mahasiswabkunnes ibuiburw9muktiharjokidul diskusiseru komunikasiefektif - News | Good News From Indonesia 2024

Kegiatan Mahasiswa UNNES, Komunikasi Efektif Wujudkan Keluarga Sejahtera

Kegiatan Mahasiswa UNNES, Komunikasi Efektif Wujudkan Keluarga Sejahtera
images info

Kegiatan Mahasiswa UNNES, Komunikasi Efektif Wujudkan Keluarga Sejahtera


Dalam upaya mewujudkan keluarga yang lebih harmonis dan berkualitas, mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menginisiasi kegiatan konseling keluarga di RW 09 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat ini diikuti oleh belasan ibu-ibu PKK pada tanggal 1 Desember 2024. Acara dibuka dengan perkenalan diri dari tim mahasiswa BK UNNES yang terdiri dari Sisca Belqis Azzahra, Elvara Betrice, Faiz Roziqi, dan Isnaini Lathifah F.

Dengan gaya yang santai dan komunikatif, mereka mengajak para peserta untuk lebih terbuka dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar komunikasi keluarga.

gambar by sisca belqis a
info gambar

gambar by sisca belqis a


Dalam paparannya, para mahasiswa menekankan betapa pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun hubungan keluarga yang sehat. Mereka menjelaskan bahwa komunikasi bukan hanya sekedar berbicara. Namun, juga melibatkan mendengarkan dengan penuh perhatian, memahami perasaan dan kebutuhan masing-masing anggota keluarga, serta merespon dengan empati dan keterbukaan.

Sebuah komunikasi yang baik tidak hanya memastikan informasi tersampaikan dengan jelas, tetapi juga menciptakan ruang untuk perasaan dan pikiran setiap individu di dalam keluarga untuk dihargai dan diterima.

Para mahasiswa juga menyoroti bagaimana komunikasi yang efektif dapat mencegah timbulnya konflik yang sering kali disebabkan oleh kesalahpahaman. Dengan kemampuan untuk saling mendengar dan berbicara dengan jujur, tetapi dengan penuh penghargaan, banyak masalah dapat diselesaikan dengan cara yang lebih konstruktif dan damai.

Mereka juga menambahkan bahwa komunikasi yang baik dapat meningkatkan rasa saling percaya antaranggota keluarga, yang menjadi pondasi utama dalam menciptakan hubungan yang harmonis.

Selain itu, mereka menjelaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan positif mampu memperkuat ikatan emosional antaranggota keluarga. Ketika anggota keluarga merasa dipahami dan dihargai, mereka akan merasa lebih dekat satu sama lain dan lebih mampu mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan hidup.

Komunikasi yang efektif juga memungkinkan keluarga untuk berbagi kebahagiaan dan kesulitan secara lebih mendalam, yang pada gilirannya mempererat hubungan emosional di antara mereka.

Oleh karena itu, para mahasiswa menyarankan agar keluarga-keluarga modern lebih memprioritaskan waktu untuk berkomunikasi secara efektif, baik melalui percakapan sehari-hari maupun dalam situasi yang lebih serius. Dengan membangun komunikasi yang baik, hubungan keluarga yang sehat dan harmonis dapat tercipta dan dipertahankan.

Setelah sesi pemaparan, suasana menjadi lebih interaktif ketika para peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi. Dalam diskusi yang hangat, para ibu PKK dengan antusias berbagi pengalaman mereka dalam berkomunikasi dengan pasangan dan anak-anak.

Mereka juga saling bertukar pikiran tentang kendala-kendala yang sering dihadapi dalam komunikasi keluarga serta solusi-solusi yang telah mereka temukan.

gambar by sisca belqis a
info gambar

gambar by sisca belqis a


Untuk memperkaya pemahaman peserta, panitia juga menyajikan film pendek yang mengangkat tema komunikasi dalam keluarga. Film ini menyajikan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti miskomunikasi yang berujung pada pertengkaran, atau kesulitan dalam mengungkapkan perasaan.

Melalui tayangan tersebut, peserta diajak untuk merefleksikan kembali pola komunikasi mereka dan mencari cara untuk meningkatkannya.

Selain diskusi dan menonton film, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai permainan yang seru dan mengundang tawa. Permainan-permainan itu tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan ketegangan, tetapi juga untuk meningkatkan keakraban antarpeserta.

Salah satu permainan yang paling menarik adalah permainan sikut (pegang sikut) sakit pegang (perut) dan sikat (mengambil benda yang didepan)

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya," ujar Sri, salah satu peserta.

"Saya baru menyadari bahwa selama ini saya kurang memperhatikan cara berkomunikasi dengan anak remaja saya. Saya akan mencoba menerapkan tips-tips yang diberikan oleh para mahasiswa," tambahnya.

Senada dengan Sri, peserta lain juga merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Mereka berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta keluarga yang lebih harmonis dan bahagia.

Para mahasiswa BK UNNES berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga di RW 09 Muktiharjo Kidul. Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di tempat lain, sehingga semakin banyak keluarga yang merasakan.

Setelah sesi pemaparan, para ibu-ibu PKK dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi lebih mendalam. Dalam diskusi kelompok, para peserta diajak untuk berbagi pengalaman, kendala, serta solusi dalam berkomunikasi dengan anggota keluarga.

gambar by elvara betrice
info gambar

gambar by elvara betrice


Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SB
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.