extended producer responsibility pada sensus sampah plastik 2024 oleh bruin trash ranger dan youth ranger indonesia - News | Good News From Indonesia 2024

Producer Responsibility di Sensus Sampah Plastik 2024 oleh BRUIN dan Trash Ranger Indonesia

Producer Responsibility di Sensus Sampah Plastik 2024 oleh BRUIN dan Trash Ranger Indonesia
images info

Producer Responsibility di Sensus Sampah Plastik 2024 oleh BRUIN dan Trash Ranger Indonesia


Sampah plastik telah menjadi isu global yang membutuhkan perhatian serius, terutama di Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia.

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, Trash Ranger Indonesia dan Youth Ranger Indonesia region Kalimantan Utara bersama organisasi lingkungan BRUIN menyukseskan program Sensus Sampah Plastik 2024 pada 1 Desember kemarin.

Program ini mengusung semangat kolaborasi untuk menciptakan perubahan nyata di tingkat lokal dan nasional. Dengan melibatkan 190 peserta dan 36 instansi, sensus ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran, mengumpulkan data, serta mendukung kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, konsep extended producer responsibility (EPR) turut diperkenalkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak sampah plastik di Indonesia. Serta memberi wawasan pada Kawan GNFI pentingnya EPR yang memiliki dampak produsen kepada konsumen.

Sampah Plastik Jadi Perhatian Utama

Sampah plastik adalah ancaman serius bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Rata-rata, plastik memerlukan waktu hingga 500 tahun untuk benar-benar hancur di alam. Dalam kurun waktu tersebut, sampah plastik dapat mencemari tanah, air, dan laut, serta membahayakan ekosistem.

Indonesia sendiri menghasilkan sekitar 68 juta ton sampah per tahun, di mana lebih dari 11% atau sekitar 7,2 juta ton adalah sampah plastik. Sebagian besar dari sampah ini berakhir di lautan, menjadikan Indonesia penyumbang sampah laut terbesar kedua di dunia. Kondisi ini memengaruhi biota laut, kualitas air, dan kesehatan manusia.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah plastik menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap penggunaan plastik.

baca juga

Extended Producer Responsibility (EPR)

Extended Producer Responsibility (EPR) adalah konsep di mana produsen bertanggung jawab atas pengelolaan produk mereka hingga akhir masa pakainya. Artinya, tanggung jawab produsen tidak berhenti pada proses penjualan, tetapi juga mencakup pengumpulan, daur ulang, atau pembuangan produk mereka secara ramah lingkungan.

Implementasi EPR di Indonesia diharapkan dapat mendorong produsen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memproduksi kemasan yang lebih mudah didaur ulang, serta berkontribusi dalam program pengelolaan sampah.

Melalui kolaborasi seperti Sensus Sampah Plastik 2024, konsep ini menjadi lebih relevan untuk diterapkan di berbagai sektor.

baca juga

Sensus Sampah Plastik 2024: Kolaborasi untuk Perubahan

Sensus Sampah Plastik 2024, yang diprakarsai oleh BRUIN dengan mengajak Trash Ranger Indonesia dan Youth Ranger Indonesia, adalah sebuah inisiatif untuk mengumpulkan data sampah plastik di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu lokasi utama adalah Pantai Sebatik, Kalimantan Utara, yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat pencemaran plastik yang signifikan.

Program ini berhasil melibatkan:

  • 190 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, relawan, dan masyarakat lokal.
  • 36 lebih instansi, termasuk pemerintah daerah, LSM, komunitas, dan institusi pendidikan.

Selama kegiatan, tim berhasil mengumpulkan 10.369 sampah dengan mayoritas di isi sampah plastik. Sampah yang terkumpul kemudian dikategorikan berdasarkan jenis, seperti botol plastik, kantong plastik, sedotan, dan styrofoam. Data ini akan digunakan untuk menyusun strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif di masa depan. 

Setelah mengumpulkan, dilakukan audit. Hasil sensus Sampah plastik 2024 di Kalimantan Utara. Jenis komposisi sampah yang dominan. Pertama ada botol minuman plastik dengan persentase 45%. Kedua, kantong plastik dengan angka 30%. Ketiga, sampah sedotan plastik sebesar 15%. Keempat, sampah styrofoam memiliki persentase 10%.

Selain itu, sensus ini memakai metode EPR, sebuah metode untuk menentukkan merek botol plastik yang paling banyak dalam pengumpulan. Pertama ada merek Tawau Water Industri dengan angka 2424 botol. Kedua, merek Danone seperti Aqua dengan angka 2354 botol. Ketiga, merek botol Coca-Cola berjumlah 1621 botol plastik.

Tujuan dan Manfaat Sensus Sampah Plastik 2024

Mengumpulkan Data Akurat

Data yang diperoleh selama sensus menjadi acuan penting bagi pemerintah dan organisasi lingkungan untuk memahami skala permasalahan sampah plastik.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Melalui edukasi yang dilakukan selama kegiatan, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Mendukung Kebijakan Lingkungan

Hasil sensus akan diserahkan kepada pemerintah untuk membantu merancang kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah berbasis bukti (evidence-based policy).

Memperkuat Kolaborasi Antarpihak

Kolaborasi antara Trash Ranger Indonesia, Bruin, dan instansi lain menciptakan sinergi yang kuat untuk melanjutkan program serupa di masa depan.

baca juga

Dampak Positif yang Telah Terlihat

  • Lingkungan yang Lebih Bersih

Sampah plastik yang terkumpul membantu mengurangi pencemaran di Pantai Sebatik, sekaligus menciptakan habitat yang lebih sehat bagi biota laut.

  • Partisipasi Aktif Komunitas

Banyak peserta yang menyatakan komitmennya untuk terus mengurangi penggunaan plastik di kehidupan sehari-hari.

  • Kesadaran yang Meluas

Workshop dan diskusi yang dilakukan selama kegiatan berhasil menyebarkan informasi penting tentang dampak buruk sampah plastik dan pentingnya pengelolaannya.

Sebagai salah satu komunitas lingkungan pengelolaan sampah, melalui Sensus Sampah Plastik 2024, Trash Ranger Indonesia membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi masalah lingkungan yang kompleks.

Bersama BRUIN, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada pengelolaan sampah plastik, tetapi juga menjadi platform edukasi bagi masyarakat luas. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menginspirasi organisasi lain untuk ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau

Sensus Sampah Plastik 2024 adalah salah satu langkah kecil namun signifikan dalam perjuangan melawan sampah plastik di Indonesia. Dengan memanfaatkan konsep EPR, dukungan data yang akurat, dan partisipasi aktif masyarakat, program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan dampak positif yang nyata.

Mari Kawan GNFI semua ikut terlibat dalam menjaga lingkungan, mulai dari langkah kecil seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga mendukung inisiatif seperti yang dilakukan Trash Ranger Indonesia dan Bruin.

Sumber Referensi:

https://www.liputan6.com/hot/read/5704909/masalah-sampah-di-indonesia-belum-terkendali-hasilkan-69-juta-ton-setiap-tahun

https://www.kemenkopmk.go.id/72-juta-ton-sampah-di-indonesia-belum-terkelola-dengan-baik

https://www.cnbcindonesia.com/news/20240625131019-4-549127/ri-hasilkan-697-juta-ton-sampah-per-tahun-ini-datanya

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.