menghidupkan semangat kebangsaan dan kepahlawanan lewat pameran indonesia tanah airku tanah tumpah darahku - News | Good News From Indonesia 2024

Menghidupkan Semangat Kebangsaan dan Kepahlawanan Lewat Pameran "Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku"

Menghidupkan Semangat Kebangsaan dan Kepahlawanan Lewat Pameran "Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku"
images info

Menghidupkan Semangat Kebangsaan dan Kepahlawanan Lewat Pameran "Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku"


Pameran bersama bertajuk Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku telah dibuka pada Minggu (10/11/2024). Pameran ini menampilkan karya-karya para seniman yang menyelami pemikiran S. Sudjojono dengan nuansa nasionalisme yang kental.

Pameran Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku dibuka untuk umum pada 11-25 November 2024. Bertempat di Galeri ZEN1, Jakarta Pusat, terdapat karya-karya dari 12 seniman yang ambil bagian.

Karya-karya yang ditampilkan adalah hasil respons dari karya lainnya, yakni karya dari. S. Sudjojono. Sebagaimana diketahui, Bapak Seni Rupa Modern Indonesia itu punya mahakarya berjudul Mengatur Siasat. Di sketsa lukisan tersebut, terdapat sebuah coretan berisi tulisan yang sama seperti tajuk pameran ini, yakni "Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku".

"Karya-karya ini adalah hasil dari respons dan dialog kreatif para seniman yang menanggapi karya yang sebelumnya dikerjakan oleh seniman Sudjojono," ujar kurator pameran, Rizki A. Zaelani, dalam acara pembukaan. 

Mengatur Siasat dan Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku memang jadi kunci sekaligus acuan bagi seniman dalam pameran ini untuk berkarya. Seniman ditantang untuk menafsirkan dua kalimat "sakti" tersebut ke dalam karyanya.

Rizky mengungkap bahwa persiapan untuk pameran ini tidak terlalu lama. Kendati demikian, waktu singkat itu tidak menghalangi para seniman untuk menghasilkan karya-karya yang tak hanya berupa lukisan, melainkan juga karya dalam bentuk fotografi dan audio visual.

Dalam momen pembukaan pameran kemarin, turut diselenggarakan peresmian Yayasan Nuraeni Hendra Gunawan. Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk menaungi kekayaan intelektual maestro seni Indonesia, Hendra Gunawan, dan sang istri, Nuraeni.

Dalam pameran ini, para seniman yang harus menyelami pemikiran S. Sudjojono dihadapkan dua pilihan. Adapun pilihan pertama adalah mereka harus membuat karya dengan tetap memperhatikan struktur dan bentuk dari karya S. Sudjojono.

"Idenya, masih terlihat apa yang kita lihat dari karya Sudjojono. Yang menarik adalah seniman mengupayakan dengan cara mereka masing-masing dan dengan medium yang berbeda selain lukisan." lanjut Rizky.

Pilihan kedua, seniman harus membayangkan dampak atau sebab dari sketsa Sudjojono. Seniman menggali makna dari yang ditulis Sudjojono, juga relevansinya dalam konteks kekinian, untuk dituangkan ke dalam karyanya.

"Itu menafsirkan apa yang menjadi tantangan bagi Indonesia kini ketika kita berbicara tentang Indonesia tanah airku, tumpah darahku." papar Rizki.

Pada akhirnya, masing-masing seniman mengekspresikan kecenderungannya masing-masing untuk sampai pada satu poin yang sama, yakni untuk menghidupkan terus semangat kebangsaan dan kepahlawanan yang ditampilkan melalui berbagai medium.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.