pengalaman mengikuti asistensi mengajar sebuah refleksi tentang tantangan di sma favorit kabupaten kediri - News | Good News From Indonesia 2024

Pengalaman Mengikuti Asistensi Mengajar: Sebuah Refleksi Tentang Tantangan di SMA Favorit Kabupaten Kediri

Pengalaman Mengikuti Asistensi Mengajar: Sebuah Refleksi Tentang Tantangan di SMA Favorit Kabupaten Kediri
images info

Pengalaman Mengikuti Asistensi Mengajar: Sebuah Refleksi Tentang Tantangan di SMA Favorit Kabupaten Kediri


Apa itu Asistensi Mengajar?

Asistensi Mengajar adalah salah satu program dari "Kampus Merdeka" yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam kegiatan mengajar di sekolah-sekolah, terutama di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan sumber daya pengajar. Asistensi Mengajar dalam Kurikulum Merdeka merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka, yang diterapkan dengan semangat kebebasan dan fleksibilitas dalam proses belajar, memungkinkan peserta didik untuk lebih berkembang sesuai minat, bakat, dan kemampuan mereka. Asistensi mengajar berperan sebagai jembatan antara siswa dan guru dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Pada bulan Februari hingga Mei 2024, saya berkesempatan mengikuti program Asistensi Mengajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Kabupaten Kediri. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan. Meskipun sekolah ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di daerahnya, saya menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama terkait fasilitas, kedisiplinan, dan metode pembelajaran.

Keterbatasan Fasilitas: Akses Internet dan Ruang Belajar yang Kurang Memadai

Salah satu hal yang mengejutkan saya adalah keterbatasan akses internet di sekolah. Di era digital ini, internet seharusnya menjadi salah satu sarana utama untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, di sekolah ini, akses internet yang stabil masih menjadi tantangan. Guru dan siswa sering kali kesulitan mengakses materi pembelajaran online atau memanfaatkan platform digital yang seharusnya dapat meningkatkan kualitas belajar. Selain itu, beberapa ruang belajar tidak memiliki fasilitas yang memadai. Ruangan-ruangan tersebut kadang terasa sesak, dengan ventilasi yang kurang baik, dan kurangnya dukungan fasilitas teknologi seperti proyektor atau komputer yang berfungsi dengan baik. Hal ini tentu saja menghambat proses belajar yang seharusnya lebih interaktif dan modern.

Minimnya Ketersediaan Pojok Literasi

Pojok literasi adalah salah satu elemen penting dalam mendukung kebiasaan membaca di kalangan siswa. Namun, di sekolah ini, fasilitas pojok literasi masih sangat minim. Jumlah buku yang tersedia terbatas, dan variasi materi bacaan kurang mencakup kebutuhan siswa yang ingin mengembangkan minat baca mereka di luar buku pelajaran. Pojok literasi yang idealnya menjadi tempat favorit siswa untuk mengeksplorasi dunia melalui buku-buku, malah sering kali sepi karena kurangnya dukungan fasilitas yang memadai.

Kedisiplinan yang Masih Kurang

Kedisiplinan, baik dari sisi siswa maupun guru, juga menjadi salah satu tantangan terbesar yang saya amati selama mengajar. Siswa sering kali datang terlambat, kurang tertib selama pembelajaran berlangsung, dan kurang fokus pada materi yang diajarkan. Di sisi lain, beberapa guru juga kurang menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya, seperti sering datang terlambat ke kelas atau kurang mempersiapkan materi pembelajaran dengan baik. Hal ini menciptakan suasana belajar yang kurang kondusif. Siswa yang tidak terbiasa dengan disiplin sering kali tidak termotivasi untuk belajar dengan serius, yang tentu saja berdampak pada hasil belajar mereka.

Metode Pembelajaran yang Kurang Inovatif

Selama program Asistensi Mengajar, saya juga melihat bahwa metode pembelajaran yang digunakan masih sangat tradisional. Mayoritas guru masih mengandalkan metode ceramah yang monoton dan kurang interaktif. Padahal, di zaman sekarang, banyak teknologi dan metode pembelajaran yang lebih modern dan menarik, seperti pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) atau menggunakan media digital interaktif, yang bisa memacu semangat dan partisipasi siswa dalam belajar. Metode ceramah yang digunakan terlalu sering membuat suasana kelas terasa membosankan. Siswa menjadi pasif, hanya mendengarkan tanpa ada kesempatan untuk lebih banyak berinteraksi atau mengeksplorasi materi secara mendalam. Kondisi ini tentunya menghambat kreativitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Refleksi: Perlu Adanya Perubahan dan Dukungan

Pengalaman mengajar di SMA favorit ini memberi saya banyak pelajaran berharga. Meskipun sekolah ini memiliki reputasi baik, nyatanya masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal fasilitas, kedisiplinan, dan metode pembelajaran. Teknologi seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Keterlibatan semua pihak, baik dari sekolah, pemerintah, maupun masyarakat, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Investasi dalam infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru, dan penyediaan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi menjadi sangat penting agar siswa dapat meraih potensi terbaik mereka.

Program Asistensi Mengajar ini membuat saya semakin memahami bahwa dunia pendidikan di Indonesia, meskipun telah mengalami banyak kemajuan, masih membutuhkan perhatian yang lebih serius. Saya berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan yang lebih baik di masa mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.