Salah satu fenomena yang mencolok di era modern saat ini adalah berbagai macam bentuk permainan digital (game) dari luar negeri. Kini seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, permainan modern tersebut kemungkinan besar telah mampu menggeser norma sosial kemasyarakatan yang berpengaruh besar pada perilaku anak-anak.
Padahal di Indonesia terdapat banyak permainan tradisional yang bisa menjadi media agar anak-anak tidak lupa akan adat dan kebiasaan yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Nilai-nilai luhur sejak zaman dahulu juga banyak memberikan pembelajaran dan manfaat pada perkembangan anak.
Sebagian besar permainan tradisional dimainkan dengan banyak gerakan fisik, menyanyi, berdialog, tebak-tebakan, hingga hitung-hitungan. Karena itu, meskipun hanya bermain, tidak terasa bahwa anak akan tetap banyak berkembang.
Nilai-nilai pada Permainan Tradisional
Seperti disebut sebelumnya, permainan tradisional menjadi media anak untuk lebih mengenal tradisi nusantara dengan berbagai norma adat istiadat. Berikut beberapa nilai yang bisa didapat dari sebuah permainan tradisional:
1. Nilai Kejujuran
Secara tidak langsung, permainan tradisional pasti mengajarkan kejujuran. Ketika bermain dakon misalnya, anak tidak boleh curang untuk memenangkan permainan serta harus mengakui ketika berbuat kesalahan. Jika ketahuan, maka pemain yang tidak jujur akan digantikan. Sehingga penting untuk selalu bermain dengan adil dan jujur.
2. Nilai Kerja Sama
Kerja sama sangat tercermin ketika memainkan permainan bakiak. Melalui pengalaman bermain bersama, anak-anak bisa belajar tentang pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan. Kekompakkan dan kerja sama yang baik dengan anggota tim harapannya tentu akan berujung pada kemenangan.
3. Nilai Kecerdasan dan Ketangkasan
Agar bisa mengalahkan lawan, penting untuk memiliki ketangkasan dan strategi yang tepat. Karena itu, permainan tradisional bisa meningkatkan tingkat kreativitas dan imajinasi anak melalui proses bermain. Anak-anak bisa mengembangkan kemampuan ini melalui proses bermain dengan mengeksplorasi hal baru yang tetap mengikuti peraturan. Permainan yang membutuhkan banyak strategi misalnya petak umpet, egrang, layangan, maupun gelindingan.
4. Nilai Kepemimpinan
Kepemimpinan ketika bermain, bisa melatih anak untuk mengatur anggota kelompoknya. Dengan kemampuan ini, anak bisa menyusun strategi dengan tetap jujur dan adil untuk memenangkan permainan. Sikap kepemimpinan yang sangat menonjol dapat diterapkan pada saat memainkan bentengan, atau gobak sodor.
5. Nilai Solidaritas / Sportivitas
Permainan tradisional juga perlu dilakukan dengan solidaritas yang tinggi. Solidaritas disini dimaknai sebagai rasa kebersamaan setia kawan. Contohnya ketika kalah bermain, teman sekelompoknya akan menerima kekalahan dan saling menghibur satu sama lain, sehingga saat menang atau kalah tidak ada permusuhan yang terjadi. Nilai ini juga mengajarkan keterampilan sosial dan memperkuat pertemanan.
Perkembangan Anak yang Didapat dari Permainan Tradisional
Secara keilmuan masa kini, menurut jurnal yang ditulis oleh Misbach (2006) menemukan bahwa permainan tradisional sangat berperan dalam perkembangan anak. Perkembangan ini kemudian dibagi menjadi 8 aspek:
- Motorik – Pertahanan tubuh, fleksibilitas termasuk motorik halus dan kasar.
- Kognitif – Kreavitas, penyelesaian masalah, berstrategi, imajinasi.
- Emotional – Empati, pengendalian emosi dan perilaku.
- Bahasa – Cara berkomunikasi dengan bahasa yang benar maupun ekspresi wajah.
- Sosial – Cara bekerja sama, membangun hubungan baik, solusi konflik.
- Spiritual – Memahami hubungan diri dengan Tuhan.
- Ecological – Menghargai dan memahami cara bijak penggunaan elemen alam sekitar.
- Karakter – Nilai moral yang dianut oleh masyarakat sekitar khususnya perilaku baik buruk.
Demikianlah beberapa manfaat dan nilai yang terkandung ketika bermain permainan tradisional. Meskipun ilmu dan teknologi berkembang begitu cepat, kadang kita harus sedikit menengok kebelakang untuk kembali memahami identitas bangsa yang sebenarnya penuh dengan nilai kebijaksanaan. Jadi, sudahkah Kawan GNFI bermain hari ini?
Referensi:
Misbach, I. (2006). Peran Permainan Tradisional yang Bermuatan Edukatif dalam Menyumbang Pembentukan Karakter dan Identitas Bangsa. Laporan Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta.
https://bobo.grid.id/read/083721658/manfaat-permainan-tradisional-dan-nilai-yang-terkandung-di-dalamnya-materi-ppkn?page=all
https://kids.grid.id/read/473941197/termasuk-budaya-ini-5-nilai-yang-terkandung-dalam-permainan-tradisional-akubacaakutahu?page=all
https://paudpedia.kemdikbud.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/membentuk-jati-diri-anak-melalui-permainan-tradisional?ref=MTU2NS0zNzVmNjNlYg==&ix=NDctNGJkMWM0YjQ=
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


