menikmati piknik ala orang sunda saling berbagi makanan di tengah kesederhanaan - News | Good News From Indonesia 2024

Menikmati Piknik Ala Orang Sunda, Saling Berbagi Makanan di Tengah Kesederhanaan

Menikmati Piknik Ala Orang Sunda, Saling Berbagi Makanan di Tengah Kesederhanaan
images info

Menikmati Piknik Ala Orang Sunda, Saling Berbagi Makanan di Tengah Kesederhanaan


Masyarakat Sunda mempunyai budaya piknik yang dirawat dari para leluhurnya. Sebelum populer di zaman sekarang, para orang tua di tanah Priangan sudah melakukan piknik dengan nama papahare.

Dimuat dari Merdeka, kegiatan ini disebut piknik karena masyarakat Sunda biasa berkumpul secara sederhana di ruang terbuka seperti di area sawah, kebun dan lingkungan sekitar rumah biasa dijadikan tempat terbaik.

baca juga

Bukan hanya anggota keluarga, tetapi para tetangga juga bisa ikut serta agar papahare semakin meriah. Tak sekadar menyantap makanan bersama, tradisi papahare juga menyimpan makna yang menarik yaitu berkumpul bersama.

Papahare atau sekarang lebih dikenal dengan nama papandangan adalah sebuah aktivitas orang baik saudara, teman maupun tetangga, dengan cara membawa makanan dari rumah masing-masing kemudian makan bersama di suatu tempat terbuka.

“Dalam aktivitasnya walau membawa makanan masing-masing, di sana bisa saling bertukar lauk-pauk, dan saling mencicipi makanan satu sama lain. Konsep ini mirip dengan piknik yang biasanya diadakan di taman.”

Populer di pedesaan Sunda

Tradisi papahare sudah ada sejak zaman dulu, tetapi belum diketahui jelas siapa pencetus tradisi ini. Tradisi ini dulunya populer di wilayah pedesaan Sunda. Warga di sana ingin berbagi masakan dengan mengajak keluarga besar, sanak keluarga dan tetangga.

Acara ini kemudian diselenggarakan paling dekat di halaman rumah si empunya hajat, maupun di halaman belakang yang areanya luas. Berbagai menu disajikan seperti sayur, tumis-tumisan sampai daging dan tempe tahu.

baca juga

Setelah semua tersaji, lantas disiapkan pula daun pisang yang lebas dan sudah dicuci bersih sebagai alas makan. Orang-orang pun seketika menikmati sajian menu-menu khas Sunda seperti nasi liwet, ikan goreng, ikan asin, sambal, sayur asem dan petai bakar.

Bila mengikuti papahare jangan berharap adanya sendok, karena orang Sunda terbiasa menyantap makanan menggunakan tangan. Tetapi pengunjung bisa meminta sendok untuk menyantap sayuran.

Bentuk bersyukur

Tradisi papahare, bukan hanya sebagai ajang berkumpul, Tetapi sebagai simbol rasa syukur orang Sunda atas keberkahan yang didapatkan. Hal ini karena kebanyakan orang Sunda berprofesi sebagai petani.

“Ini karena tradisi ini biasa diadakan setelah masa panen, dengan menyajikan menu-menu spesial yang didapat dari kebun,” jelas jurnal yang berjudul Interaksi Sosial pada Tradisi Papahare Masyarakat Sunda Muslim di Desa Sukajaya Lampung Barat karya Raden Intan Lampung.

baca juga

Diharapkan budaya ini dapat dilestarikan untuk generasi sekarang dan kedepannya di tengah kemajuan teknologi yang ada. Tidak bisa dipungkiri dengan kemajuan teknologi ini membuat masyarakat menjadi individualis.

“Nah dengan papahare ini, kita bisa dengan sejenak menaruh smartphone masing-masing kemudian bersosialisasi, bercengkrama, dan mengobrol dengan orang terdekat.”

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.