Kawan GNFI, Kota Bandung akan merayakan hari jadinya yang ke-214 pada bulan September ini. Dengan usia yang lebih dari dua abad, kota ini telah melalui banyak peristiwa dan mengalami berbagai perubahan.
Omong-omong, apakah Kawan GNFI tahu asal-usul Kota Bandung? Bagaimana awal kota ini terbentuk hingga menjadi kota besar seperti sekarang? Kalau Kawan penasaran, baca artikel ini sampai selesai, ya!
Asal-Usul Nama Kota Bandung
Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama Kota Bandung. Salah satunya mengatakan bahwa nama kota ini berasal dari suatu daerah di Jawa Barat yang bernama Bandong. Pendapat ini didasarkan pada catatan harian seorang mardijker (bekas budak) bernama Julian de Silva pada tahun 1641.
Namun, pendapat lain yang paling banyak diyakini orang mengatakan bahwa nama Kota Bandung berasal dari bahasa Sunda yang berarti bendung. Sebab, arti kata ini berkaitan dengan proses geologi terbentuknya bentang alam kota ini.
Asal-Usul Kota Bandung Menurut Geologi
Kawah di Gunung Tangkuban Parahu | Photo by Yazid Hasan on Unsplash
Menurut geologi, bentang alam Kota Bandung terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Sunda yang merupakan gunung purba dengan tinggi 3.500-4.000 mdpl. Lahar dan material lain hasil letusan gunung ini membendung aliran Sungai Citarum Purba sehingga terbentuk sebuah danau purba.
Lambat laun, air danau purba tersebut menjebol lava lunak di beberapa bagian yang sekarang dinamakan Cimeta dan Sanghyang Tikoro. Jebolnya bendungan alami ini mengubah danau ini menjadi daerah berawa-rawa tempat berdirinya Kota Bandung.
Asal-Usul Kota Bandung Menurut Dongeng
Berkaitan dengan asal-usul Kota Bandung, ada sebuah legenda yang populer di masyarakat Sunda. Legenda yang berjudul Sangkuriang ini mengisahkan kisah cinta terlarang antara Dayang Sumbi dan Sangkuriang yang sebenarnya merupakan ibu dan anak.
Menurut legenda tersebut, Sangkuriang marah karena gagal membuat sebuah kapal dan telaga dalam waktu semalam sebagai syarat untuk meminang Dayang Sumbi. Dalam amarahnya, ia menendang kapal buatannya dan membuka sumbat telaga yang telah ia buat.
Di kemudian hari, kapal yang Sangkuriang tendang berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu. Sementara itu, telaga yang ia cabut sumbatnya berubah menjadi cekungan kering tempat berdirinya Kota Bandung saat ini.
Namun, ada dongeng lain yang menceritakan asal-usul Kota Bandung. Dalam dongeng ini, wilayah Kota Bandung dibuat oleh seorang murid dari Empu Wisesa, seorang kakek yang terkenal dengan kesaktiannya.
Alkisah, Empu Wisesa memiliki dua orang murid, yaitu Jaka dan Wira. Jaka adalah pemuda yang tampan dan pandai bergaul, tetapi malas belajar. Sebaliknya, Wira adalah pemuda yang rajin belajar sehingga memiliki lebih banyak ilmu daripada Jaka.
Suatu hari, Empu Wisesa dihadapkan pada sebuah dilema. Jaka ingin menikahi putrinya, Sekar. Akan tetapi, Sekar lebih menyukai Wira. Untuk memecahkan masalah itu, Empu Wisesa menantang kedua muridnya untuk memadamkan genangan lahar letusan Gunung Tangkuban Parahu.
Akhirnya, Wira berhasil memadamkan lahar tersebut menggunakan Sungai Citarum yang alirannya telah ia alihkan. Genangan lahar yang telah padam itu berubah menjadi danau yang luas. Lambat laun, air danau itu surut dan menjadi tanah kosong tempat Kota Bandung berdiri saat ini.
Asal-Usul Kota Bandung Menurut Sejarah
Kantor PLN Distribusi Jawa Barat, salah satu peninggalan Belanda di area Sungai Cikapundung | Photo by Vincentius Chrisna Febrian on Unsplash
Menurut sejarah, Kota Bandung bermula dari Kabupaten Bandung yang berdiri pada abad 17. Mulanya, ibu kota kabupaten ini berada di sebuah daerah bernama Krapyak yang sekarang dikenal dengan nama Dayeuhkolot.
Pada masa Hindia Belanda, Bupati Bandung ke-6 yang bernama R.A. Wiranatakusumah II berencana untuk memindahkan ibu kota kabupaten. Sebab, Krapyak dianggap sudah tidak layak menjadi ibu kota lantaran sering dilanda banjir setiap musim hujan tiba.
Sebuah lahan kosong di tepi barat Sungai Cikapundung dipilih oleh bupati sebagai lokasi ibu kota baru. Setelah lokasi ibu kota baru ditetapkan, Bupati Bandung beserta para warganya mulai pindah ke sana secara bertahap pada awal tahun 1809.
Secara kebetulan, gubernur jenderal saat itu, Daendels, menginginkan hal yang sama. Setahun setelah pemindahan ibu kota kabupaten dimulai, ia menyurati Bupati Bandung untuk memindahkan ibu kota kabupaten ke daerah Cikapundung agar dekat dengan Jalan Raya Pos.
Pada tanggal 25 September 1810, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan besluit (surat keputusan) yang meresmikan Kota Bandung yang berdiri di tepi barat Sungai Cikapundung sebagai ibu kota baru Kabupaten Bandung. Tanggal keluarnya surat tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bandung.
Kawan GNFI, demikian asal-usul Kota Bandung yang diceritakan dari berbagai sisi. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Kawan mengenai seluk-beluk Kota Bandung.
Sumber:
- Rusnandar, N. (2010). Sejarah Kota Bandung dari ”Bergdessa” (Desa Udik) Menjadi Bandung ”Heurin Ku Tangtung” (Metropolitan). Patanjala, 2(2), 273-293.
- Sadewa, Anton. (2008). Cerita Rakyat Tangkuban Perahu. Semarang: ALPRIN.
- Setyorini, Wahyu. (2022). 78 Legenda Ternama Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.
- Suganda, Her. (2011). Wisata Parijs van Java. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
- Suganda, Her. (2007). Jendela Bandung: Pengalaman Bersama Kompas. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
- https://www.bandung.go.id/sejarah
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


