Sektor video-on-demand (VOD) premium di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan meskipun mengalami perlambatan. Pendapatan di sektor ini tumbuh sebesar 11% pada paruh pertama tahun ini, dengan jumlah pelanggan SVOD berbayar meningkat satu juta menjadi 49 juta.
Laporan terbaru dari "AMPD and Media Partners Asia" ini mencakup data dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Laporan triwulanan ini menunjukkan peningkatan 4% dalam total penonton, didorong terutama oleh pertumbuhan di Filipina dan Indonesia.
Kinerja platform dan pangsa pasar
Pasar video premium di kawasan ini semakin menguntungkan. Pendapatan dari langganan dan iklan tumbuh 11% menjadi $895 juta. Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar, diikuti oleh Filipina, Thailand, dan Malaysia, yang semuanya mengalami pertumbuhan pelanggan yang pesat.
Baik Netflix maupun Viu mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit pada paruh pertama tahun 2024. Netflix memiliki pangsa penonton sebesar 50% di Malaysia, Filipina, dan Singapura, meskipun menghadapi persaingan lokal yang kuat di Indonesia dan Thailand.
Netflix juga memimpin dengan pangsa pendapatan sebesar 40%, termasuk pendapatan iklan, sementara Viu menyumbang 10%.
Di sisi lain, Disney+ terus meningkatkan pendapatan dengan berfokus pada pelanggan dengan ARPU yang lebih tinggi, sementara WeTV dari Tiongkok mempertahankan pangsa keterlibatan sebesar 8%.
Di Indonesia, Vidio memimpin kategori ini dengan pangsa pendapatan sebesar 20% dan pangsa penonton sebesar 7%, berkat popularitas drama lokal dan olahraga. Di Thailand, True ID mendominasi penonton VOD premium dengan pangsa 27%, meskipun masih tertinggal dari Netflix dalam hal pendapatan.
Tren konten dan peluang di masa depan
Menurut Vivek Couto, Direktur Eksekutif MPA, meskipun kenaikan harga memperlambat pertumbuhan pelanggan, terdapat peluang besar untuk memperluas penetrasi di luar kota-kota besar di Indonesia, Filipina, dan Thailand.
Konten premium yang beralih ke platform daring menyumbang 80% dari penonton VOD premium di Asia Tenggara selama paruh pertama 2024, dengan konten Korea, Tiongkok, dan Amerika Serikat mendominasi, sementara konten lokal tetap efektif dalam menarik pelanggan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


