keutamaan bulan safar - News | Good News From Indonesia 2024

10 Keutamaan dan Amalan yang dapat Diamalkan di Bulan Safar

10 Keutamaan dan Amalan yang dapat Diamalkan di Bulan Safar
images info

10 Keutamaan dan Amalan yang dapat Diamalkan di Bulan Safar


Bulan safar.

 

Dalam Kalender Islam, Bulan Safar berada pada urutan kedua, setelah bulan Muharram. Tahun ini, 1 Safar 1446 H akan bertepatan pada Selasa, 6 Agustus 2024. Dalam Islam, Safar sendiri artinya kosong, sehingga orang pada masa itu meninggalkan kawasan tempat tinggalnya, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan dan berperang.

 

Karena artinya tersebut, oleh para masyarakat Arab pada zaman Jahiliyyah memaknai bulan ini, sebagai bulan sial. Hal ini, karena mitos mengatakan bahwa pada bulan tersebut banyak terjadinya hal yang tidak baik, seperti musibah.

 

Namun semua itu berubah, sejak datangnya ajaran Islam yang meyakini bahwa semua bulan baik, dan semua hal terjadi karena takdir dari Allah SWT. Justru dalam bulan safar banyak keutamaan dan amalan baik yang bisa Kawan lakukan!



Keutamaan Bulan Safar

 

Berikut 10 keutamaan Bulan Safar yang bisa diamalkan selama bulan Safar, antara lain:

 

1 . Sebaiknya hindari hal-hal yang termasuk syirik

Tidak bisa dipungkiri sampai saat ini, beberapa daerah masih melakukan beberapa hal ritual atau tradisi, termasuk untuk menyambut datangnya bulan dalam Islam. Tetapi mayoritas berkaitan dengan kepercayaan hal tertentu, yang termasuk kategori syirik. 

Al-Qur'an dan tasbih | Sumber Foto: Pexels.com/Abdulmelik Aldawsari
info gambar

Al-Qur'an dan tasbih | Sumber Foto: Pexels.com/Abdulmelik Aldawsari


 

Mempercayai adanya bulan Safar sebagai bulan sial, salah satu contohnya. Sebagai umat Islam, sebaiknya mengamalkannya dengan cara menghindarinya.

 

2. Hindari hal yang bertentangan dengan Tauhid

Maksudnya, kita sebagai Muslim wajib meyakini hal yang terdapat pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena ada keyakinan bahwa akan adanya hal negatif yang akan terjadi pada hari rabu minggu terakhir bulan Safar. 

 

Tapi belum tentu segala sesuatu yang sudah diniatkan pada hari tersebut dan lalu dibatalkan terjadi karena musibah. Bisa saja karena amal ibadah yang tertolak atau niatnya.

 

3. Sarana meningkatkan Iman

Masih berkaitan dengan kedua hal sebelumnya, pada bulan Safar ini dianjurkan untuk mengikuti sesuatu yang sesuai dengan nilai ketauhidan.

4. Bulan dimana keimanan kita diuji

Berkaitan dengan mitos dan kepercayaan yang mengarah pada perbuatan syirik, yang masih diyakini, biasanya karena adat. Makanya, bulan Safar dikatakan sebagai bulan penguji iman untuk tidak mempercayai hal tersebut.

5. Percaya bahwa ketetapan terjadi karena Allah SWT

Segala sesuatu baik hal baik maupun hal buruk, sekalipun kejadiannya saat bulan Safar, merupakan ketetapan dan takdir dari Allah SWT. Kalaupun terjadi hanya kebetulan saja.

 

6. Banyak Istighfar

Dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, terlebih jika kerap mendapati hal yang buruk. Dari Ibn Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Barang siapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud).

7. Menjalankan amalan yang biasa dilakukan

Tetap menjalankan amalan dan ibadah yang biasa kita lakukan dalam sehari-hari, seperti shalat wajib, sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an tanpa berdasarkan hari atau saat tertentu.

 

8. Membaca doa antara adzan dan iqomah.

Dilakukan ketika ada jeda antara setelah adzan berkumandang, hingga sebelum iqomah. Sebab termasuk doa yang tidak tertolak bahkan merupakan waktu yang baik untuk berdoa.

 

Berikut doanya:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

 

Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.

 

9. Tetap berkegiatan seperti biasa

Bulan Safar bukan menjadi penghambat untuk melakukan kegiatan seperti biasa, seperti bekerja, menuntut ilmu, dan melakukan hal baik lainnya. Namun tetap jangan lupakan ibadah wajib.

 

10. Meyakini Syirik termasuk perbuatan dosa

Hal ini terdapat pada Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 48:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

Terjemahan:Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

Baca juga:Urutan Nama Bulan dan Pasaran Dalam Sistem Penanggalan Jawa

Amalan Bulan Safar

Membaca surat pada Al-Qur'an | Sumber Foto: Pexels.com/Pir Sumeyra
info gambar

Membaca surat pada Al-Qur'an | Sumber Foto: Pexels.com/Pir Sumeyra


 

Selain mengetahui keutamaannya, Kawan harus mengetahui amalan bulan safar apa saja yang bisa dilakukan. Bahkan sebagian terdapat beberapa besaran pahalanya sekaligus:

 

1 . Mandi Tolak Bala

Mandi tolak bala adalah bentuk pembersih diri dari badan kita, dilanjutkan dengan membersihkan batin dari hal-hal buruk. Berikut niat mandi tolak bala:

 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Nawaitu ghusla lidaf'il balaa-i lillaahi ta'aalaa.

 

Artinya: "Saya berniat mandi untuk menolak bala semata-mata karena Allah Ta'ala." Namun patut diingat bahwa amalan mandi tolak bala dalam Islam, berbeda dengan ritual mandi pada tradisi.

 

2. Membaca Surat Al-Fill 7 kali

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ۝١اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ۝٢وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ۝٣تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ۝٤فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍࣖ ۝٥

 

3. Membaca Syahadat 3 kali





أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللَّهِ

 

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

 

4. Membaca Istighfar 300 kali




 Astaghfirullaahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaik.

 

5. Membaca Ayat Kursi 7 Kali



Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal 'aliyyul 'azhiim



6. Sedekah

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memberitakan kepadaku tentang berakhir bulan Safar, maka disunnahkan pada tanggal 27 Shafar untuk menyembelih hewan, lalu dishadaqahkan dengan ikhlas karena Allah."

 

7. Tetap ibadah seperti biasa

Saat bulan Safar tetap menjalankan ibadah seperti yang biasa dilakukan.

 

8. Puasa Sunnah

Ada 2 jenis puasa sunnah yang disunnahkan saat bulan safar, yakni Puasa Senin-Kamis dan Puasa Ayyamul Bidh pada 13,14, dan 15 Bulan Safar.

 

9. Melaksanakan beberapa shalat sunnah

Namanya shalat sunnah Mutlak 4 rakaat. Susunannya:

  • Niat

Ushallii sunnatar rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

  • Masing-masing setiap rakaat membaca Al-Kautsar 17 kali
  • Al-Falaq 1 kali
  • An-Nas 1 kali
  • Doa setelah shalat

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Allaahumma yaa syadiidal quwaa wa yaa syadiidal mihaal yaa 'aziizu dzallat li'izzatika jamii'u khalqika ikfinii min jamii'i khalqikayaa muhsinuyaa mujammilu yaa mutafadh dhilu yaa mun'imu yaa mukrimu yaa man laa ilaaha illaa anta birahmatika yaa arhamar raahimiin. Allaahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi ikfinii syarra haadzal yauma wa maa yanzilu fiihi yaa kaafii fasayakfiyukahumullaahu wa huwassamii'ul 'aliim. Wahasbunallaahu wani'malwakil, wa laahaula walaa quwwataillaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wasallam.



10. Membaca Doa Awal Safar

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihiwa shahbihii ajma'iin. A'uudzubillaahimin syarri haadzaz zamaani wa ahlihii wa a'uudzu bijalaalika wajalaali wajhika wakamaali jalaali qudsikaan tujiiranii wawaalidayya wa aulaadii wa ahlii wa ahibbaa-ii. Wama tuhiitu syafaqqahu qalbii min syarri haadzihis sanati waqini syarra maa qadhaita fiihaa washrif 'annii syarra syahri shafara yaa kiriiman nazhari wakhtimlii fii haadzash syahri waddahri bissalaamati wal'aafiyati wassa'aadati lii wa liwaalidayya wa aulaadii wa li-ahlii wamaa tuhuthuhu shafaqqahu qalbi wa jamii'il muslimin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wasallam.

 

Itulah tadi penjelasan tentang keutamaan bulan safar beserta amalannya. Manfaatkan moment bulan Safar ini sebagai sarana menambah pahala.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.