didiet maulana ungkap alasan bikin buku kisah kebaya berawal dari ingin belajar - News | Good News From Indonesia 2024

Didiet Maulana Ungkap Alasan Bikin Buku Kisah Kebaya, Berawal dari Ingin Belajar

Didiet Maulana Ungkap Alasan Bikin Buku Kisah Kebaya, Berawal dari Ingin Belajar
images info

Didiet Maulana Ungkap Alasan Bikin Buku Kisah Kebaya, Berawal dari Ingin Belajar


Didiet Maulana dalam beberapa tahun terakhir dikenal di kalangan dunia fesyen di Indonesia. Fokus utamanya adalah kebaya, busana tradisional khas nusantara.

Lewat kebaya nama Didiet semakin berkibar. Hasil desain kebayanya yang elegan dan kaya filosofis bahkan sering dikenakan selebritas tanah air seperti Maudy Ayunda dan Bunga Citra Lestari.

Selain kebaya, Didiet juga dikenal pernah menulis buku. Tidak jauh-jauh dengan kebaya karena buku itu berjudul Kisah Kebaya. Rilis pada 2021, buku itu mengupas serba-serbi kebaya yang ditelitinya selama enam tahun.

Bermula dari Belajar, Jadilah Buku

Didiet awalnya tidak ada niatan menulis sebuah buku. Ia hanya ingin mempelajari kebaya mulai dari pembuatannya, apa yang harus dilakukan, apa yang tidak perlu dilakukan, sampai alasan mengapa orang membuat kebaya.

“Ketika saya ingin mendkonstruksis sesuatu atau mengubah sesuatu saya harus tahu konstruksi aslinya gitu ya, sehingga dengan mengetahui akar budaya dan pakemnya itu kemudian bisa mengembangkannya,” ucap Didiet Maulana kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Didiet Maulana. (Sumber: Instagram/@didietmaulana)

Bermula dari belajar, rupanya pengamatannya jadi sesuatu yang tidak asal-asalan belaka. Ia pun ada dalam satu titik perlu membagikan ilmunya kepada sejawat dengan misi memperkenalkan kebaya lebih mendalam.

“Karena saya ingin agar kebaya itu tidak menjadi satu produk eksklusif yang hanya keluar dari seorang desainer tertentu. Saya ingin semua orang bisa bikin kebaya. Saya ingin semua orang bisa pakai kebaya yang keren,” katanya lagi.

Dalam buku Kisah Kebaya yang ditulis Didiet, dibongkarlah sisi menarik dari kebaya. Salah satunya ia memaparkan rahasia polanya dalam membuat kebaya. Didiet juga membagikan pengetahuannya bahwa kebaya itu tidak Jawa atau Bali sentris. Di Indonesia timur kebaya pun juga bisa ditemukan.

“Kita bisa menemui misalnya di setiap hari Minggu ada mama-mama di Ambon itu ketika mereka mau ke gereja mereka memakai kebaya putih dengan kain beragam. Jadi sebenarnya memang itulah cantiknya Indonesia. Produk yang tadinya kita kira ada di sini, oh ternyata tersebar di daerah lain,” kata Didiet.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.