taman jaka tarub bintang plumpang yang lama redup - News | Good News From Indonesia 2024

Taman Jaka Tarub, Bintang Plumpang yang Lama Redup

Taman Jaka Tarub, Bintang Plumpang yang Lama Redup
images info

Taman Jaka Tarub, Bintang Plumpang yang Lama Redup


Tuban - Taman Jaka Tarub, yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dulunya merupakan salah satu spot favorit masyarakat yang sangat populer.

Hal ini dikarenakan masyarakat percaya bahwa Taman Jaka Tarub, sesuai dengan namanya, merupakan latar dari legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan. Legenda tersebut menceritakan tentang tujuh dewi kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sendang yang terdapat di taman ini.

Jaka Tarub, seorang pemuda desa yang sedang melintas di sendang tersebut kemudian mengambil selendang milik salah satu dewi, yang ternyata adalah milik Dewi Nawang Wulan. Pada akhirnya, Dewi Nawang Wulan menikah dengan Jaka Tarub.

Primadona 1980-an Kecamatan Plumpang

Pada tahun 1980-an, Taman Jaka Tarub sangat populer karena air sendangnya yang jernih dan suasananya yang asri. Masyarakat sekitar seringkali ikut berendam sekaligus bercengkrama dengan satu sama lain di sini. Taman ini juga menjadi rumah bagi berbagai hewan seperti merak, ular, dan burung cendrawasih, yang menambah keindahan dan daya tariknya.

baca juga

"Dulu itu apik (bagus) banget, banyak hewan-hewannya juga, ada burung merak, ular, dan burung cendrawasih," ujar Nurul, pemilik Zyba Batik Sumberagung, saat dikunjungi di rumahnya pada Senin, 1 Juli 2024.

Redupnya Sinar Taman Jaka Tarub

Selain itu, Nurul juga menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi Taman Jaka Tarub yang mulai kehilangan popularitasnya sejak terjadinya permasalahan terkait kepemilikan tanah antara pemerintah desa dan pemerintah daerah setempat.

Perubahan fungsi taman dan kurangnya kesadaran penduduk desa untuk mengembangkan objek wisata ini juga menjadi faktor utama terbengkalainya Taman Jaka Tarub.

Akibat dari masalah-masalah ini, hewan-hewan yang dulunya tinggal di taman tersebut pada akhirnya ikut terbengkalai hingga mati karena tidak adanya biaya untuk membeli pangan mereka.

Ketika kami berkunjung langsung ke Taman Jaka Tarub, kami menemukan taman yang dipenuhi oleh monyet, area kolam renang yang kering dan ditutup, serta sebuah kedai yang masih beroperasi di seberang sendang Jaka Tarub yang sudah ditutup.

Ida, pemilik sekaligus penjaga kedai Jaka Tarub, menjelaskan bahwa sebenarnya sendang Jaka Tarub dan kolam renang yang terdapat di situ sampai enam tahun lalu masih aktif dikunjungi oleh masyarakat untuk berenang. Namun, akhirnya taman tersebut ditutup dan hingga sekarang, Taman Jaka Tarub sudah tidak sama seperti dulu lagi.

Revitalisasi dan Harapan Masyarakat

Masyarakat sekitar serta pemerintah desa mengungkapkan keinginan mereka untuk mengembangkan Taman Jaka Tarub agar kembali menjadi primadona desa seperti di masa lampau, karena taman ini memegang peran penting agar sektor pariwisata di desa Sumberagung dapat berjalan kembali seperti dulu.

Tentunya hal ini tidak mustahil untuk dilakukan, dengan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat sekitar serta sedikit sentuhan dari para ahli untuk menciptakan strategi yang ideal untuk taman jaka tarub, harapannya untuk merevitalisasi Taman Jaka Tarub menjadi destinasi wisata yang lebih siap.

baca juga

Menghidupkan kembali Taman Jaka Tarub tidak hanya akan meningkatkan potensi wisata Desa Sumberagung, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, peluang usaha seperti warung makan, toko suvenir, dan jasa pemandu wisata akan terbuka lebar. Selain itu, revitalisasi ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.

Komitmen untuk Hidupnya Kembali Taman Jaka Tarub

Revitalisasi Taman Jaka Tarub memerlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak. Dengan langkah-langkah yang tepat, taman ini dapat kembali menjadi objek wisata yang menarik dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat Desa Sumberagung.

Penting untuk mengingat bahwa pelestarian budaya dan alam harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata, sehingga keberlanjutan taman ini dapat terjaga untuk generasi mendatang.

Revitalisasi Taman Jaka Tarub akan membutuhkan waktu, usaha, dan dana yang tidak sedikit. Namun, dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, taman ini bisa kembali menjadi tempat yang indah dan penuh cerita, seperti pada masa kejayaannya dulu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.