“Ayo-ayo!”, sorak seorang anak yang tengah menyaksikan temannya yang sedang berusaha untuk memindahkan sepasang potongan kardus. Kardus tersebut harus diinjak salah satunya dengan kedua kaki sebelum dapat berpindah ke potongan kardus lainnya.
Tak hanya dirinya saja, tetapi anak-anak lain juga turut bersorak kencang untuk mendukung anak-anak lainnya yang juga melakukan hal yang sama. Tak jarang juga, terlihat orang tua yang turut mendukung bersama dengan orang tua lainnya yang berada di tempat.
Walaupun kegiatan yang dilakukan tersebut pada awalnya terdengar aneh, tetapi kegiatan ini justru merupakan salah satu acara yang dinikmati oleh banyak masyarakat. Acara tersebut merupakan salah satu bentuk keseruan yang terjadi selama acara lomba anak-anak di desa Kedungpancing pada hari Senin, 1 Juli 2024.
Di tengah terik sinar matahari yang panas, sekumpulan anak-anak dari Desa Kedungpancing maupun Desa Jepuro datang dengan semangat dan antusias yang tinggi berdatangan ke lapangan Desa Kedungpancing.
Mereka datang bersama teman-teman terdekatnya atau orang tuanya dalam rangka mengikuti lomba anak-anak yang diselenggarakan, sebagai bagian dari acara sedekah bumi tahun 2024.
Berbagai macam jenis lomba telah dipersiapkan, seperti balap karung dengan posisi jongkok, estafet kardus, dan juga berebut kursi. Terlihat anak-anak dengan berbagai latar belakang hadir dan turut berpartisipasi dalam rangkaian acara lomba.
Gelak tawa dan wajah ceria dari setiap anak turut menghiasi suasana acara lomba anak-anak di lapangan Desa Kedungpancing. Tak hanya itu, tawa dan senyuman juga muncul di wajah orang tua yang turut menemani anaknya berlomba. Cuaca yang panas terbukti tidak dapat melunturkan semangat serta kebahagiaan dari masyarakat yang hadir dalam acara lomba tersebut.
Walaupun dalam suatu perlombaan terdapat pihak yang kalah, tidak ada rasa cemburu atau marah yang terlihat dari dalam setiap anak-anak. Hanya ada rasa senang dari mereka yang mengikuti rangkaian acara lomba anak-anak ini.
Tak hanya itu, pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2024, terdapat penyelenggaraan acara makrab atau malam keakraban yang diisi dengan pesta musik yang ditampilkan oleh berbagai pemusik lokal di Kecamatan Juwana.
Acara malam keakraban tersebut merupakan salah satu kelanjutan dari acara sedekah bumi Desa Kedungpancing dan merupakan salah satu acara yang telah dinantikan oleh masyarakat setempat.
Berbagai lantunan musik yang yang memberikan rasa bahagia dan kebersamaan kepada masyarakat desa yang mengisi dan memenuhi lapangan di tengah malam yang cerah.
Tak jarang juga, beberapa masyarakat yang berdiri dan menari mengikuti dengan lantunan musik yang mengiringi tarian. Masyarakat datang dengan seluruh anggota keluarganya dan menikmati acara dengan makanan atau snack yang telah disediakan oleh panitia acara.
Selain pertunjukan musik oleh tim musik lokal, terdapat juga sesi musik yang dilakukan oleh tim KKN-PPM UGM yang menggunakan gitar dan menyanyi bersama di hadapan para masyarakat desa. Walaupun acara yang dilakukan ini berlangsung hingga mendekati tengah malam, rasa antusiasme dari peserta tetap terlihat dan tidak terhalang oleh rasa kantuk atau rasa lelah.
Perasaan yang terlihat dari para masyarakat adalah rasa senang dan bahagia karena telah berkumpul bersama-sama dan bercanda ria bersama-sama dengan masyarakat lain.
Dengan semangat gotong royong dan syukur mendalam, sedekah bumi di Desa Kedungpancing merajut tradisi yang kaya, mempererat tali silaturahmi, dan mengingatkan kita akan indahnya harmoni antara manusia dan alam dalam setiap doa dan langkah kebersamaan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


