Fenomena alam gunung pelangi terjadi di beberapa negara. Seperti namanya, gunung pelangi adalah pegunungan bebatuan berwarna-warni, tak seperti gunung pada umumnya.
Warna unik yang muncul di bebatuan tersebut disebabkan karena adanya berbagai mineral yang telah terkompresi dan terkikis selama jutaan tahun. Kikisan pada bebatuan itu kemudian memancarkan warna seperti pelangi.
Indonesia juga punya gunung pelangi yang jarang diketahui oleh masyarakat. Gunung pelangi ini bernama Kelabba Maja, terletak di Pulau Sabu, tepatnya Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bentang Alam Kelabba Maja
Kawasan gunung pelangi Kelabba Maja dianggap sebagai pesona alam yang tersembunyi di Nusantara. Sejarah penamaan Kelabba Maja juga memiliki arti tersendiri. Kelabba berarti batu putih, sedangkan Maja artinya singgasana patih majapahit dalam bahasa setempat.
Kelabba Maja terletak 300 meter di atas permukaan laut. Kontur bebatuannya unik berasal dari geomorfologi petrografis yang terbentuk selama jutaan tahun. Lapisannya terdiri dari berbagai jenis batu, termasuk batu pasir merah.
Terdapat 29 batu bertumpuk di dinding Kelabba Maja. Gunung pelangi tak beraturan ini terlihat seperti disapu dengan kuas raksasa. Pada jam-jam tertentu, bukti bebatuan ini terlihat berwarna-warni seperti pelangi.
Kawasan Sakral di Pulau Sabu
Kelabba Maja didominasi warna cokklat kemerahan dan perpaduan antara warna putih biru, Masyarakat setempat menganggap Kelabba Maja sebagai gunung suci karena dipercaya menjadi tempat tinggal Dewa Maja.
Lokasi Kelabba Maja juga kerap dijadikan tempat ritual setiap tahunnya. Dalam ritual ini, masyarakat biasanya melakukan penyembelihan hewan sebagai persembahan dan perlindungan kepada Dewa Maja.
Sebagai satu-satunya gunung pelangi di Indonesia, Kelabba Maja selalu ramai dikunjungi wisatawan. Mereka dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang sopan untuk menghormati tradisi setempat.
Salah satu daya tarik dari kawasan Kelabba Maja adalah Batu Keseimbangan yang terdiri dari tiga batu besar yang terletak di Bukitnya. Tiga batu ini melambangkan ayah, ibu, anak serta diyakini sebagai wujud keseimbangan alam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


