rupa riak air telaga ngebel larungan sebagai wujud rasa syukur - News | Good News From Indonesia 2024

Rupa Riak Air Telaga Ngebel, Larungan sebagai Wujud Rasa Syukur

Rupa Riak Air Telaga Ngebel, Larungan sebagai Wujud Rasa Syukur
images info

Rupa Riak Air Telaga Ngebel, Larungan sebagai Wujud Rasa Syukur


Ponorogo yang terkenal akan seni pertunjukan reog memiliki tradisi yang kaya sebagai bagian dari kebudayaan daerah. Beberapa tradisi tersebut juga umum ditemukan di daerah lain. Seperti nyadran misalnya, tradisi bersih-bersih makam yang dilakukan oleh masyarakat Ponorogo untuk menyambut Ramadan. Tidak hanya bekerja sama membersihkan kubur, masyarakat juga melakukan ziarah kubur untuk mengunjungi leluhur.

Dikutip dari websiteDirektorat Jenderal Kekayaan Negara, diketahui bahwa nyadran lazim dilakukan oleh masyarakat Jawa, khusunya di daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur (Anggraini 2023).

Pelaksanaan tradisi nyadran di Kota Ponorogo juga dilestarikan oleh mayoritas masyarakat. Bahkan pada umumnya, kebanyakan penjual memilih untuk menutup toko mereka dalam rangka melaksanakan nyadran dan menyambut datangnya bulan Ramadan.

Selain bentuk adat istiadat, Ponorogo juga mewarisi pengetahuan tradisional yang membentuk ciri khas serta identitas daerah. Pecel pada umumnya sering ditemukan dibungkus menggunakan daun pisang atau kertas minyak. Sementara ciri khas pecel yang biasa ditemukan di Ponorogo adalah penggunaan daun jati sebagai pembungkus dan alas dari masakan pecel itu sendiri.

baca juga

Namun, penggunaan daun jati pada pecel ini juga dapat ditemukan di daerah lain seperti Bojonegoro, Jember, dan Ngawi.

Di antara beragamnya budaya yang mewarnai Kota Ponorogo ini, terdapat satu perayaan yang menjadi ciri khas dari Ponorogo, yaitu Grebeg Suro. Grebeg Suro adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan setahun sekali untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram.

Acara ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan mempertunjukkan berbagai pentas kesenian yang menarik. Perayaan tahunannya sendiri baru diadakan 10 tahun belakangan dan merupakan kebijakan yang diciptakan oleh Pemerintah untuk menarik wisatawan dalam rangka meningkatan pendapatan asli daerah dan meningkatkan variabilitas budaya Indonesia.

Di antara meriahnya pertunjukkan kesenian pada Grebeg Suro yang terdiri dari seni pertunjukan Reog dan penampilan tari yang dipertontonkan oleh berbagai daerah, terdapat sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh leluhur dan telah menjadi kebiasaan masyarakat sekitar.

Tradisi yang dilakukan dengan melabuhkan sesaji di permukaan air Telaga Ngebel memiliki tujuan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan. Tradisi ini dinamai Larung Sesaji.

Tidak hanya dihadiri masyarakat lokal yang berkepentingan dalam mewarisi tradisi, Pemerintah telah menjadikan upacara adat tersebut menjadi sarana wisata yang dapat dikunjungi wisatawan.

baca juga

Upacara adat Larung Sesaji dan Risalah Doa dimulai dengan mengarak buceng lanang atau sesaji berupa gunungan tumpeng hasil bumi (beras merah, sayur, dan buah-buahan) di sekitar Telaga Ngebel dikawal oleh para paraga dan disaksikan oleh banyak pengunjung. Arak-arak sesaji ini ditemani lantunan gending karawitan Jawa, yakni Ketawang Ibu Pertiwi.

Makna yang terkandung dalam tembang ketawang Ibu Pertiwi ini sendiri berupa sanjungan pada bumi atas harta dan kekayaan yang berlimpah, bagaimana bumi membawa kesejahteraan dengan memberi rezeki pada setiap manusia. Maknanya begitu lekat dengan filosofi upacara adat Larung Sesaji ini, yakni bentuk syukur seorang manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam prosesi arak-arakan sesaji, dipertontonkan pula pertunjukkan kesenian Reog Ponorogo lengkap dengan jathilan atau jaranan untuk menghibur tamu yang hadir. Penari gambyong juga hadir menyambut sesaji setinggi hampir dua meter itu sebelum arak-arakan dimulai. Usai arak-arakan berakhir, sesaji akan dikaitkan di atas rakit.

Berbeda dengan prosesi tradisi lama dimana rakit akan didorong oleh petugas dengan berenang ke tengah telaga, rakit akan ditumpangi satu petugas yang ditugaskan untuk mendorong sesaji hasil bumi dan dikaitkan pada sebuah speed boat.

Berikutnya sesaji akan didorong dan ditenggelamkan ke dasar telaga dengan harapan air telaga akan selalu tenang dan tidak memakan korban jiwa.

Ritual Larung Sesaji Risalah Doa ini begitu kental akan adat istiadat masyarakat Jawa dan dilengkapi pula dengan panjatan doa-doa Islam dalam pelaksanaanya. Perpaduan agama dan budaya lokal dapat dilihat dalam perayaan Grebeg Suro ini, bagaimana rupa akulturasi aneka ragam budaya Indonesia dengan sebuah agama.

Mengingat akan datangnya 1 Muharram di bulan Juli, mungkin Ponorogo dan Telaga Ngebel dapat menjadi pilihan destinasi wisata berikutnya.

baca juga

Referensi:

  • Akhyar, Muhammad Zidan F. 2023. LARUNG SESAJI TELAGA NGEBEL: Elok Budayamu Bak Kisah Bermakna Disebalikmu. Oktober 17. Accessed April 19, 2024. https://goodnewsfromindonesia.pages.dev/2023/10/17/larung-sesaji-telaga-ngebel-elok-budayamu-bak-kisah-bermakna-disebalikmu.
  • Anggraini, Fitria. 2023. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Maret 30. Accessed Maret 31, 2024. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-purwokerto/baca-artikel/16021/Mengenal-Nyadran-Tradisi-Menyambut-Bulan-Ramadan.html.
  • Prasetya, Budhi. 2023. Grebeg Suro Jadi Magnet Pengunjung, Pemkab Targetkan Sumbang PAD Rp 1,3 Miliar. Juli 11. Accessed April 20, 2024. https://radarmadiun.jawapos.com/ponorogo/801745469/grebeg-suro-jadi-magnet-pengunjung-pemkab-targetkan-sumbang-pad-rp-13-miliar.
  • Sujarwoko, Destyan H. 2023. Meriahkan "Grebeg Suro", Ponorogo siapkan 29 kegiatan budaya. Juli 10. Accessed April 20, 2024. https://www.antaranews.com/berita/3628347/meriahkan-grebeg-suro-ponorogo-siapkan-29-kegiatan-budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.