Menghitung weton Jawa adalah salah satu tradisi yang masih banyak digunakan hingga saat ini, terutama oleh masyarakat Jawa untuk berbagai keperluan seperti memahami kepribadian, meramalkan jodoh, hingga menentukan hari baik.
Weton adalah hari kelahiran seseorang yang dihitung berdasarkan kombinasi antara tujuh hari dalam seminggu dan lima hari pasaran dalam penanggalan Jawa. Weton merupakan bagian dari budaya Jawa yang telah ada sejak zaman dahulu dan terus dilestarikan hingga kini.
Lalu bagaimana cara menghitung weton jawa? Berikut merupakan penjelasan lengkapnya yang dapat Kawan-Kawan GNFI simak!
Jenis Perhitungan Weton Jawa
Sebelum melakukan perhitungan weton Jawa, penting untuk Kawan-Kawan GNFI pahami, bahwa ada dua metode perhitungan weton, yaitu berdasarkan hari dan berdasarkan bulan.
Hari dan pasaran
Metode pertama dalam perhitungan weton adalah dengan menghitung neptu hari dan pasaran Jawa, dimana masing-masing memiliki nilai tertentu yang sudah ditetapkan. Neptu hari didasarkan pada siklus 7 hari, sementara pasaran Jawa mengikuti siklus 5 hari.
Perlu diketahui bahwa kalender Jawa memiliki dua siklus pergantian hari, yaitu siklus Saptawara yang terdiri dari 7 hari (Ahad hingga Sabtu), dan siklus Pancawara yang terdiri dari 5 pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Bulan dan tahun
Selain menjumlahkan nilai dari hari dan pasaran, perhitungan weton juga dapat dilakukan berdasarkan bulan dan tahun dalam kalender Jawa.
Sistem perhitungan weton berdasarkan neptu bulan dan tahun ini digunakan untuk memperkirakan berbagai hal, seperti musim hujan, musim tanam, musim kemarau, hama penyakit pada tanaman, tangkapan ikan, jumlah panen, dan lain sebagainya.
Sejak Kesultanan Mataram menggabungkan kalender Saka dan kalender Hijriah, bulan-bulan dalam kalender Jawa menjadi mirip dengan bulan-bulan dalam kalender Islam.
Selain itu, nama tahun dalam kalender Jawa terdiri dari 8 jenis yang berbeda karena namanya akan berubah setiap satu windu (siklus 8 tahun), sesuai urutannya yaitu: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jim Akhir.

Berdasarkan tabel di atas, Kawan GNFI dapat menghitung weton dengan menggunakan neptu dari bulan dan tahun Jawa yang dimiliki seseorang.
Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada bulan Pasa dan tahun Alip, maka penjumlahan nilai yang dilakukan adalah nilai 5 dari bulan Pasa dan 1 dari tahun Alip, yang menghasilkan nilai total 6.
Cara Menghitung Weton Jawa
Menghitung weton sebenarnya cukup sederhana, yaitu hanya dengan menjumlahkan nilai (neptu) dari hari serta pasaran yang terkait dengan weton kelahiran seseorang.
Berikut merupakan tabel perhitungan weton jawa untuk memudahkan Kawan GNFI menghitung weton seseorang.

Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada hari Jumat menurut kalender Hijiriah atau Masehi, dan hari pasarannya adalah Kliwon, maka wetonnya disebut Jumat Kliwon. Ketika nilai dari kedua elemen ini dijumlahkan, hasilnya adalah 14.
Nilai tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memahami karakter atau kepribadian seseorang, mengukur tingkat keberuntungan, hingga menilai kecocokan antara pasangan.
Arti Perhitungan Weton Jawa
Arti Perhitungan Weton Jawa merujuk pada makna dan penafsiran dari kombinasi hari kelahiran seseorang berdasarkan penanggalan Jawa. Perhitungan ini tidak hanya digunakan untuk memahami karakter atau kepribadian seseorang, tetapi juga untuk meramalkan jodoh, rezeki, hingga nasib kehidupan seseorang di masa depan.
Dalam budaya Jawa, setiap weton memiliki nilai atau neptu yang berbeda, dan dari nilai inilah berbagai ramalan atau makna kehidupan bisa ditarik. Pemahaman tentang weton seringkali dianggap penting dalam mengambil keputusan besar, seperti pernikahan atau memulai usaha.
Berikut merupakan penjelasan arti weton jawa untuk kepribadian berdasarkan hari kelahiran dan arti weton jawa untuk jodoh dan pernikahan.
Arti Weton Jawa untuk Kepribadian Berdasarkan Hari Kelahiran
- Hari Minggu: Kepribadian dipengaruhi oleh peredaran matahari, sehingga menonjol, berwibawa, dan penuh kasih sayang.
- Hari Senin: Kepribadian dipengaruhi oleh peredaran bulan, sehingga bersifat ikhlas, menegakkan kebenaran dan keadilan, serta memiliki gaya bicara yang tegas.
- Hari Selasa: Kepribadian yang lahir di hari ini dipengaruhi oleh peredaran api, sehingga cenderung boros, suka berbohong, cepat bosan, dan kurang mudah bergaul.
- Hari Rabu: Kepribadian dipengaruhi oleh peredaran bumi, sehingga memiliki sifat berani mengambil risiko, baik hati, lugas, tegas dalam perkataan dan tindakan, serta berkecukupan.
- Hari Kamis: Kepribadian mudah dipengaruhi oleh angin dan petir, sehingga gaya bicaranya cenderung meledak-ledak, sulit bergaul, mudah tersanjung, temperamental, dan gampang terpengaruh kata-kata.
- Hari Jumat: Kepribadian dipengaruhi oleh peredaran bintang, sehingga bersifat dermawan, memiliki intelektual tinggi, cinta keluarga, mudah bergaul, dan berbudi pekerti halus.
- Hari Sabtu: Kepribadian dipengaruhi oleh air, sehingga pekerja keras, memiliki banyak akal untuk bertahan hidup, cekatan, namun sulit untuk bergaul.
Arti Weton Jawa untuk Jodoh dan Pernikahan
Berikut adalah makna dari masing-masing angka yang sudah menjadi patokan dalam sistem Primbon Jawa:
- Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)
Dalam Primbon Jawa, pegat menggambarkan kemungkinan terjadinya konflik yang kerap muncul dalam kehidupan bersama yang Kawan jalani dengan pasangan.
- Ratu (2, 11, 20, 29)
Menurut Primbon Jawa, pemilik neptu weton ratu akan mendapatkan pasangan atau jodoh sejati. Mereka yang memiliki weton ini cenderung mengalami hubungan yang romantis, bahkan dapat membuat orang lain iri karena keharmonisan yang terjalin.
- Jodoh (3, 12, 21, 30)
Perhitungan neptu weton jodoh dianggap sebagai perhitungan yang paling diidamkan oleh setiap pasangan. Angka pada neptu ini memberikan makna positif terhadap hubungan yang sedang dijalani.
Jika Anda memiliki neptu weton jodoh, hubungan yang Anda jalani akan langgeng, harmonis, dan bertahan lama, terutama bagi yang sudah menikah.
- Topo (4, 13, 22, 31)
Menurut Primbon Jawa, neptu weton ini memberikan gambaran bahwa pada awal kehidupan berumah tangga mungkin akan ada beberapa masalah yang harus dihadapi. Sebaiknya berhati-hati.
- Tinari (5, 14, 23, 32)
Neptu weton tinari dianggap membawa kabar baik bagi pemiliknya. Jika Anda memiliki neptu weton ini, Anda dapat merasa lebih tenang karena kebahagiaan dalam rumah tangga akan datang, termasuk kemudahan dalam mencari rezeki.
- Padu (6, 15, 24, 33)
Dalam bahasa Jawa, kata padu berarti perdebatan dan bisa menjadi ciri dari hubungan yang kurang harmonis. Sesuai dengan namanya, neptu weton padu mengindikasikan kemungkinan terjadinya masalah dalam rumah tangga.
Meskipun begitu, jika Anda memiliki neptu weton ini, tidak perlu khawatir. Kesulitan yang mungkin muncul tidak akan berakhir pada perpisahan atau perceraian.
- Sujanan (7, 16, 25, 34)
Menurut Primbon Jawa, perhitungan neptu ini membawa makna adanya ancaman atau pertengkaran besar dalam rumah tangga, yang sering kali terkait dengan isu perselingkuhan.
- Pesthi (8, 17, 26, 35)
Hasil perhitungan neptu weton pesthi membawa kabar baik bagi rumah tangga. Pemilik neptu weton pesthi akan mengalami kerukunan dan keharmonisan dalam hubungan dengan pasangan.
Menghitung weton Jawa dan memahami artinya bisa menjadi cara yang menarik untuk menggali lebih dalam tentang kepribadian dan jodoh Kawan GNFI.
Dengan mengetahui weton, Kawan GNFI dapat merencanakan berbagai aspek kehidupan dengan lebih bijaksana, sesuai dengan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Referensi: kumparan.com | gramedia.com | Al-Mizan - Jurnal Pemikiran Hukum Islam
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


