bijak pilah dan kelola sampah - News | Good News From Indonesia 2022

Bijak Pilah dan Kelola Sampah, Cintai Bumi, Selamatkan Generasi Bangsa

Bijak Pilah dan Kelola Sampah, Cintai Bumi, Selamatkan Generasi Bangsa
images info

Bijak Pilah dan Kelola Sampah, Cintai Bumi, Selamatkan Generasi Bangsa


Perubahan iklim dan pemanasan global pada akhir-akhir ini menjadi kekhawatiran bagi seluruh penghuni bumi. Pada Abad 20, suhu bumi mulai meningkat sampai 7 tahun terakhir terjadi masa terhangat. Suhu global telah meningkat sebesar 1°C, yang mendekati batas 1,5°C yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dapat terjadi ketika ada pemanasan global.

Emisi GRK dapat muncul pada sampah yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat karena kumpulan sampah tersebut mengandung karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen dioksida (N2O). Tumpukan sampah yang menggunung sampai berton-ton banyaknya dapat menjadi penyumbang Emisi GRK yang berbahaya bagi kelangsungan hidup di bumi.

Sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir sangat beragam dan rentang waktu penguraiannya berbeda-beda. Seperti yang Kawan ketahui, bahwa sampah anorganik seperti plastik akan sulit terurai, ada kemungkinan bisa terurai dalam kurun waktu 10 hingga 1000 tahun. Namun, itu kurun waktu yang sangat lama, mengingat sampah yang kian hari menumpuk.

Seperti pada umumnya, sampah yang telah menuju TPA akan dibakar atau malah dibiarkan begitu saja. Pembakaran sampah tersebut dapat menyebabkan polusi udara yang mengandung polutan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan manusia. Sungguh hal yang memprihatinkan, bukan?

Tentunya Kawan ingin hidup nyaman di bumi tanpa adanya gangguan pemanasan global. Tahukah bahwa kebiasaan memilah dan mengelola sampah dapat mengurangi pemanasan global di bumi?

baca juga

Tumpukan sampah
info gambar

Tumpukan sampah | Foto: Tom Fisk/Pexels


Berjuta juta ton sampah meningkat tiap detiknya. Oleh karena itu, kesadaran semua kalangan masyakarat sangat penting. Dengan adanya kesadaran masyarakat, maka akan lebih mudah untuk kompak untuk menanggulangi permasalahan lonjakan sampah yang begitu besar.

Kekompakan dalam menanggulangi lonjakan sampah mulai terlihat oleh warga Sengkan. Mereka berniat untuk memilah, mengumpulkan, dan menyetor sampah rumah tangga ke salah satu tim aktivis lingkungan di Indonesia yang bergerak aktif dalam pengelolaan sampah.

Setiap warga diimbau untuk membuang sampah secara bijak dengan cara membuang sampah sesuai dengan jenisnya yaitu sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing. Nantinya, sampah anorganik tersebut akan dibawa ke balai desa kemudian disetor ke tim.

Dengan mengunggah foto sampah yang telah dipilah dan mengisi rincian jenis sampah pada aplikasi, maka tim akan mengambil sampah-sampah tersebut dan dirupiahkan sesuai dengan bobot sampah. Berbagai jenis sampah dari setiap rumah telah dikumpulkan, seperti kardus, botol plastik PET, durplex, botol beling bening.

Suatu kemajuan bagi warga Sengkan karena saat ini sudah ada kesadaran akan pentingnya memilah sampah, sebuah langkah kecil yang dapat berdampak besar terhadap lingkungan.

baca juga

Kegiatan memilah dan mengelola sampah telah terlaksana sedikit demi sedikit di beberapa daerah. Masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah. Sudah mulai banyak juga aktivis pecinta yang menggerakkan masyarakat.

Namun, yang terpenting dari semua ini adalah niat dari dalam diri untuk mengurangi sampah. Mulai dengan memakai botol minum tumbler, memakai tas belanjaan, dan membawa kotak makan pribadi untuk mengurangi penggunaan sampah sekali pakai, maka lonjakan sampah akan kian menurun.

Jika masih belum bisa menggunakan alternatif tersebut, maka boleh-boleh saja membeli minuman kemasan botol plastik, tetapi dengan keharusan setelah itu kita tahu bagaimana harus mengolahnya.

Cintailah bumi dengan cara bijak dalam memilah dan mengelola sampah dengan begitu kita semua dapat hidup di bumi dengan nyaman.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MG
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.