Dari zaman Sultan Agung hingga Sri Sultan Hamengkubuwono X, sudah banyak perubahan dan dinamika yang terjadi di Jogja. Perubahan yang terjadi selalu relevan dengan perkembangan setiap zaman, membentuk kultur baru namun tidak meninggalkan warisan para pendahulunya.
Akar yang kuat terhadap tradisi menjadikan Jogja tidak kehilangan jati diri tanpa menutup diri dari asimilasi dan globalisasi.
Inilah kutipan Paksi Raras Alit di acara GoodTalk Off-Air Yogyakarta yang bertanjuk “Turisme dan Kebudayaan: Menerka Masa Depan Pariwisata Yogyakarta” yang berlokasi di Grand Hotel De Djokja
Paksi yang merupakan lulusan S2 Sastra Jawa UGM sekaligus seniman ternama Jogja menggambarkan bagaimana uniknya Jogja di tengah transformasi budaya.





