Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merealisasikan penyaluran tunjangan khusus bagi puluhan ribu guru yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra.
Stimulus ini diharapkan mampu meringankan beban finansial guru agar aktivitas kependidikan dapat segera pulih sepenuhnya.
Setiap guru yang memenuhi kriteria mendapatkan tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan untuk periode tiga bulan, sehingga total bantuan mencapai Rp6 juta. Proses penyaluran dana telah dimulai sejak Desember 2025 dan tahap akhir diberikan pada Februari 2026.
“Tunjangan khusus, ada sekitar kita estimasi 59.000 dan yang sudah disalurkan 36.074 guru kondisi per 27 Februari,” jelas Sekretariat Nasional SPAB Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki.
Target utama penyaluran ditujukan pada guru-guru yang mengalami kerugian materiil signifikan serta gangguan akses terhadap fasilitas pendidikan. Selain tunjangan khusus bencana, pemerintah juga merencanakan aturan khusus terkait Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) bagi siswa di daerah terdampak guna memastikan keberlanjutan jenjang pendidikan mereka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


