Penyelesaian proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan kini memasuki tahapan percepatan operasional penuh. Jalur alternatif sepanjang 62 kilometer ini didesain untuk menghubungkan Jati Asih di Bekasi dengan Sadang di Purwakarta sehingga mampu mengurai kepadatan di ruas tol eksisting.
Mengutip dari Jasa Marga, kemajuan konstruksi pada paket Bojongmangu-Sadang telah melampaui 90 persen, yang memberikan peluang besar bagi peningkatan efisiensi logistik serta mobilitas di koridor selatan Jawa Barat.
Pada periode mudik Lebaran 2026 mendatang, pengelola jalan tol memastikan pembukaan jalur secara fungsional tanpa pengenaan tarif bagi pengguna kendaraan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, ruas yang dibuka kali ini lebih panjang, membentang dari Gerbang Tol Sadang hingga Gerbang Tol Setu sepanjang 54,75 kilometer. Sehingga, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung diprediksi hanya memakan waktu sekitar 45 menit.
"Fungsional saat Lebaran sekarang malah akan ditambah. Kalau dulu harus melewati kawasan industri, sekarang sudah sampai Setu. Kami berencana melengkapinya dengan lampu permanen supaya masyarakat yang melewati tidak merasa gelap. Jalur ini disiapkan sebagai alternatif strategis untuk mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi di sepanjang koridornya," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono.
Secara keseluruhan, Tol Japek II Selatan akan dilengkapi dengan tujuh gerbang tol yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta. Keberadaan jalur ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban kendaraan di titik pertemuan KM 66 Tol Jakarta-Cikampek lama.
Selain mendukung kelancaran arus mudik, pembangunan infrastruktur dengan nilai investasi Rp14,69 triliun ini diharapkan mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru, baik di sektor industri, permukiman, maupun pariwisata di wilayah sekitarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


