PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghapus operasional kereta berbahan bakar diesel pada tiga jalur strategis di sekitar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Elektrifikasi ini mencakup rute Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cigombong, dan Jakarta–Rangkasbitung guna menghadirkan transportasi yang lebih efisien.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi transportasi massal ini merupakan prioritas untuk menekan emisi dan meningkatkan kapasitas angkut.
Jalur yang selama ini dilayani KA Lokal berbahan bakar solar akan sepenuhnya beralih menggunakan sistem Kereta Rel Listrik (KRL).
Elektrifikasi jalur Jakarta-Cigombong dinilai penting karena menjadi akses utama menuju wilayah Sukabumi.
Sementara itu, pengembangan jalur Jakarta-Cikampek diharapkan mampu mempercepat mobilitas pekerja di kawasan industri Karawang serta memperkuat konektivitas ke wilayah Banten melalui jalur Rangkasbitung.
"Transformasi transportasi massal ini diharapkan terjadi di tangan Presiden Prabowo dengan KAI sebagai lokomotif utamanya," ujar Dony Oskaria, Senin (20/4).
Selain perubahan jenis penggerak kereta, BP BUMN dan Danantara memberikan dukungan penuh terhadap peremajaan unit lokomotif serta modernisasi teknologi sarana.
Rencana ini juga mencakup penataan anak usaha dan penguatan angkutan barang melalui KAI Logistik yang bersinergi dengan PT INKA.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


