Pemerintah secara resmi telah memulai proses penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga Jumat (6/3/2026), total dana yang telah digelontorkan mencapai Rp3,12 triliun untuk pegawai di tingkat pusat maupun daerah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa anggaran sudah tersedia sepenuhnya dan proses pencairan saat ini terus dikejar agar selesai paling lambat pekan depan.
Berbeda dengan ASN aktif yang masih dalam tahap pemrosesan administrasi di masing-masing instansi, penyaluran untuk para pensiunan tercatat jauh lebih progresif.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa Rp11,4 triliun telah dibayarkan kepada lebih dari 3,5 juta pensiunan, atau setara dengan 93,55% dari total target penerima. Sementara itu, untuk ASN daerah, realisasi masih tergolong minim karena baru tiga pemerintah daerah yang menyelesaikan proses administrasi pencairan.
“Sebagian besar sudah keluar kan sekarang. Kalau instansinya belum minta, ya belum dicairkan, belum keluar,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta.
Secara kumulatif, anggaran THR Idulfitri tahun ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 10%, dari Rp49 triliun di tahun lalu menjadi Rp55 triliun. Peningkatan ini mencakup alokasi untuk 2,4 juta ASN pusat (termasuk TNI/Polri) sebesar Rp22,2 triliun, 4,3 juta ASN daerah sebesar Rp20,2 triliun, dan sisanya dialokasikan bagi para pensiunan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


