Badan Pangan Nasional menuntaskan penyaluran 1,65 juta ton cadangan beras pemerintah untuk periode Januari hingga Agustus 2026. Distribusi beras bertujuan untuk menjaga keandalan pasokan serta menekan gejolak inflasi pangan pada puncak musim kemarau.
Realisasi penyaluran cadangan beras mencatatkan lonjakan hingga 161,49 persen dibandingkan volume penyaluran periode Januari-Agustus 2025 yang tercatat sebesar 631,58 ribu ton.
Penggelontoran beras mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, bantuan pangan tahap pertama dan kedua, penyaluran keadaan darurat, serta penanganan bencana.
Perum Bulog mengelola total persediaan cadangan beras pemerintah hingga menembus 5,17 juta ton per 21 Agustus 2026. Besaran stok nasional ini mengalami kenaikan sebesar 291,66 persen apabila dibandingkan dengan ketersediaan Agustus 2023 sebesar 1,32 juta ton.
Pemerintah menanggung beban biaya program intervensi perberasan nasional secara penuh guna memberikan bantalan perlindungan ekonomi bagi warga.
"Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


