Sejumlah petani komoditas bawang merah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan mencatatkan penurunan biaya operasional secara signifikan pasca-mengadopsi program Elektrifikasi Agrikultur (EA) garapan PLN.
Peralihan instrumen mesin penggerak dari sistem bahan bakar minyak menuju pemanfaatan energi listrik terbukti memberikan keuntungan komersial yang cukup tinggi bagi para pelaku usaha tani lokal.
Struktur pembiayaan berkebun dilaporkan menyusut dari semula mencapai Rp35 juta untuk satu kali masa tanam menjadi hanya sebesar Rp14 juta setelah memanfaatkan instalasi daya berkapasitas 92.400 Volt Ampere.
Kehadiran aliran listrik yang stabil di lingkungan persawahan mempermudah implementasi teknologi pertanian modern, seperti penggunaan mesin pompa air elektrik serta pemasangan instalasi lampu khusus pengendali hama.
Berbagai aplikasi alat pendukung ini mampu menaikkan volume produktivitas lahan hortikultura serta menjaga standardisasi kualitas panen tanpa perlu mengkhawatirkan risiko kelangkaan stok solar di pasaran.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


