Mulai 1 Februari 2026, Perum DAMRI resmi menghadirkan layanan angkutan perintis di Kepulauan Karimunjawa.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi publik yang selama ini masih terbatas di wilayah tersebut. Rute yang dilayani mencakup lintasan sepanjang 55 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Karimunjawa, Bandara Dewadaru, Desa Kemujan, hingga Pelabuhan Legon Bajak, dengan total waktu tempuh sekitar 90 menit.
Untuk menunjang kenyamanan, DAMRI mengoperasikan armada Hiace berkapasitas 14 kursi yang sudah dilengkapi dengan AC, pelacak GPS, serta kamera pengawas guna menjamin aspek keselamatan. Menariknya, tarif yang diberlakukan sangat ekonomis, yakni hanya Rp7.000 per perjalanan. Hal ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas harian warga menuju fasilitas publik seperti pasar, bandara, dan pelabuhan secara rutin.
"Layanan ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat dengan moda transportasi yang aman dan nyaman. Kami menjangkau titik permukiman dan pusat aktivitas masyarakat dengan tarif yang ditetapkan senilai Rp7.000. Harapan kami, layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan," tutur P. Septian Adri S., Head of Corporate Communication DAMRI.
Operasional bus ini tersedia dalam beberapa jadwal keberangkatan setiap harinya, mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB untuk rute dari Karimunjawa, dan mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB untuk arah sebaliknya dari Legon Bajak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


