Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong Provinsi Jawa Timur untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen pada periode mendatang.
Target ini diselaraskan dengan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang membidik akselerasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan pada kisaran 6,3 hingga 7,5 persen.
Peningkatan angka pertumbuhan tersebut wajib dibarengi dengan kualitas pembangunan yang nyata, seperti penurunan angka kemiskinan, pengurangan ketimpangan, serta penciptaan lapangan kerja secara masif.
Kawasan metropolitan Gerbangkertosusila (Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan) diproyeksikan menjadi pilar utama penyokong ekonomi di Jawa Timur.
“RKP 2027 harus menjadi dasar kuat dalam memperkuat ekonomi daerah. Jika ekonomi daerah kuat, maka ekonomi nasional juga akan kuat,” ujar Rachmat Pambudy, Jumat (17/4).
Penyelesaian berbagai proyek strategis di Jatim terus dikebut, termasuk kilang minyak Tuban, pengembangan biofuel, serta optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik dan Singasari.
Sektor infrastruktur dasar seperti pembangunan bendungan dan sistem penyediaan air minum juga terus dipacu guna menunjang produktivitas industri dan kesejahteraan masyarakat.
Selain pembangunan fisik, penguatan tata kelola melalui Satu Data Indonesia (SDI) juga disebut penting bagi perencanaan pembangunan yang efektif dan terintegrasi hingga tingkat desa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


