Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan tiga regulasi baru mengenai penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4,77 triliun untuk tiga BUMN melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Alokasi modal yang bersumber dari APBN 2025 ini bertujuan mendukung penugasan pemerintah pusat dalam meningkatkan layanan transportasi publik dan kapasitas industri manufaktur nasional. Ketiga entitas yang menerima suntikan dana ini adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Industri Kereta Api (INKA), serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
PT Pelni mendapatkan alokasi terbesar senilai Rp2,5 triliun untuk pengadaan tiga unit kapal penumpang kelas ekonomi guna memperkuat konektivitas antardaerah. Langkah ini beriringan dengan pemberian modal kepada PT KAI sebesar Rp1,8 triliun yang difokuskan pada penyediaan serta retrofit sarana kereta rel listrik (KRL). Penggunaan dana ini diwajibkan mengutamakan produk dalam negeri guna memberikan efek berganda bagi industri manufaktur domestik.
"Seluruh langkah ini dilakukan dengan tetap mempertahankan satu persen saham seri A Dwiwarna oleh negara di masing-masing BUMN," bunyi keterangan dalam beleid tersebut.
Dukungan finansial bagi PT INKA senilai Rp473 miliar digunakan untuk meningkatkan fasilitas produksi pendukung, termasuk pengembangan sistem propulsi dan bogie. Hal ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian nasional secara mandiri tanpa ketergantungan pada produk impor.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


