Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur merealisasikan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani lokal sebanyak 787.800 ton hingga awal Juni 2026.
Capaian operasional di lapangan tersebut setara dengan 89,13 persen dari total pagu target yang telah dipatok korporasi sebesar 883.912 ton setara beras.
Langkah pengadaan pangan dari wilayah administrasi Jawa Timur ini menyumbang porsi kontribusi hingga 26 persen terhadap total akumulasi stok pangan terpusat nasional. Akumulasi perolehan tersebut secara taktis diarahkan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dalam menghadapi tantangan volatilitas pasar global.
“Realisasi serapan sebesar 787.800 ton setara beras di wilayah kerja Jawa Timur menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal,” tutur Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu.
Kelancaran proses akuisisi komoditas pertanian ini juga dipengaruhi oleh efektivitas penetapan regulasi harga pembelian pemerintah (HPP) yang dikunci pada angka Rp6.500 per kilogram untuk komponen gabah kering.
Standardisasi nilai beli ini diklaim mampu memberikan kepastian pasar sekaligus melindungi kestabilan nilai tukar petani di tingkat daerah. Keberhasilan serapan panen raya ini dilaporkan ikut mendongkrak akumulasi stok CBP pusat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


