Pusat Riset Kesejahteraan Sosial Desa dan Konektivitas BRIN memaparkan hasil kajian reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan. Pembukaan kembali lintas angkutan sepanjang 56 kilometer tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas wilayah secara berkelanjutan.
Peneliti BRIN Purwoko menyampaikan bahwa jalur kereta nonaktif sejak 1984 tersebut telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional periode 2025-2029. Tahap awal konstruksi dijadwalkan mulai 2027 dengan target pengoperasian penuh pada 2029.
Kajian BRIN memperlihatkan peluang pengembangan jalur moda kereta lebih dominan dibanding hambatan teknis di lapangan. Pengoperasian kembali kereta api disiapkan untuk menampung lonjakan mobilitas warga sekaligus efisiensi distribusi komoditas pertanian, perikanan, serta pasokan batu bara PLTU Labuan.
Tim peneliti mencatat sejumlah tantangan penataan ulang meliputi alih fungsi lahan jalur rel serta tingginya kebutuhan investasi infrastruktur. Penguatan keunggulan angkutan massal dilakukan melalui integrasi antarmoda serta kemudahan akses masyarakat menuju stasiun.
Pemerintah daerah bersama kementerian teknis disarankan mematangkan strategi integrasi jaringan transportasi wilayah Banten. Pemulihan fungsi rel kereta api diharapkan mampu mengurai kemandekan lalu lintas angkutan jalan raya.
"Reaktivasi jalur kereta api bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga strategi pengembangan wilayah," kata Purwoko.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


