Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dipastikan menjadi tuan rumah Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-44 di Bandung pada 20-22 Oktober 2026. Agenda regional ini menjadi prioritas utama organisasi untuk memperkuat posisi tenaga ahli nasional di tingkat Asia Tenggara. Kepastian tersebut disampaikan dalam pertemuan di Jakarta pada Selasa (04/08/2026).
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan bagian dari tanggung jawab besar pada paruh kedua tahun ini. Selain agenda regional, PII juga fokus menjalankan pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) bersama kementerian terkait. Program tersebut bertujuan mengukur kepatuhan pemerintah daerah dalam menerapkan standar praktik keinsinyuran.
Ilham menekankan pentingnya rangkaian agenda yang akan dihadapi organisasi dalam waktu dekat. "Dalam paruh kedua tahun 2026 ini, PII memiliki beberapa tanggung jawab besar berupa agenda nasional dan regional. Lalu ada Rapimnas PII dan menjadi tuan rumah konferensi asosiasi insinyur se-ASEAN di Bandung," jelasnya.
Sekjen PII Teguh Haryono menambahkan bahwa apresiasi bagi daerah yang berprestasi akan segera diberikan secara resmi. "Hasil pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah ini akan diumumkan hasilnya kepada publik. Pemerintah daerah yang berhasil mendapatkan indeks keinsinyuran tinggi akan mendapatkan apresiasi pada 29 Agustus 2026," kata Teguh.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


