Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan pertumbuhan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sangat signifikan pada pembukaan tahun 2026.
Hingga akhir Januari, dana sebesar Rp912,4 miliar telah digelontorkan untuk membiayai 7.312 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Capaian ini naik hingga 177,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penyaluran yang masif ini didukung oleh peran aktif 2.435 pengembang yang tersebar di 33 provinsi. Berdasarkan profil penerima manfaat, kelompok pekerja swasta menjadi tulang punggung serapan utama dengan porsi mencapai 75,85% sehingga diikuti oleh wiraswasta dan pegawai negeri sipil. BP Tapera kini menetapkan target mingguan kepada bank penyalur guna memastikan target tahunan sebanyak 350.000 unit dapat tercapai secara terukur dan tepat sasaran.
"Kolaborasi dengan ribuan pengembang di ratusan kabupaten/kota menjadi kunci utama agar akses hunian bagi MBR semakin meratata," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Sepanjang sejarahnya dari 2010 hingga 2025, program FLPP telah membantu lebih dari 1,87 juta debitur dengan total anggaran pemerintah mencapai Rp185,87 triliun. Tahun 2025 sendiri sempat mencatatkan rekor tertinggi dengan penyaluran lebih dari 278 ribu unit rumah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


