Stasiun Manggarai semakin menunjukkan perannya sebagai pusat mobilitas masyarakat Jabodetabek. Tingginya volume penumpang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal kuat bahwa kawasan ini berkembang menjadi hub transportasi publik terbesar di ibu kota.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan KRL yang melalui simpul Manggarai terus berada di level tinggi sejak 2023. Pada tahun tersebut, jumlah pelanggan mencapai 5.142.739 orang dan meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024.
Pada 2025, volume pelanggan masih tercatat tinggi dengan angka 5.456.309 pelanggan. Sementara hanya dalam periode Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan sudah mencapai 1.802.445 pelanggan.
Tidak hanya KRL, layanan Commuter Line Bandara yang terhubung melalui Manggarai juga mengalami tren pertumbuhan positif. Jumlah pelanggan meningkat dari 1.970.531 pelanggan pada 2023 menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya peran Manggarai sebagai titik integrasi perjalanan masyarakat urban.
“Integrasi antarmoda di Manggarai menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan yang lebih efisien, terhubung, dan mudah dijangkau masyarakat. Ketika perpindahan antarmoda semakin lancar, waktu perjalanan masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan penggunaan transportasi publik juga semakin meningkat,” ujar Anne.
Saat ini, kawasan Manggarai telah terhubung dengan berbagai moda transportasi publik mulai dari KRL, Commuter Line Bandara, Transjakarta, hingga terminal bus. Integrasi tersebut nantinya juga akan diperkuat dengan kehadiran LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai.
Proyek sepanjang 6,4 kilometer tersebut dirancang memiliki lima stasiun dan diproyeksikan mampu melayani 80 ribu hingga 100 ribu pelanggan per hari.
Konsep integrasi kawasan Manggarai juga dirancang melalui tiga zona konektivitas yang menghubungkan halte Transjakarta, terminal, area concourse Commuter Line Bandara, hingga Stasiun Manggarai secara lebih seamless.
Anne menilai, keberhasilan transportasi publik tidak hanya ditentukan kapasitas angkut, tetapi juga kemudahan masyarakat berpindah moda dalam satu kawasan.
“Transportasi publik akan semakin efektif ketika setiap moda dapat saling terhubung dengan baik. Integrasi di Manggarai diharapkan dapat memperkuat peran transportasi massal sebagai pilihan mobilitas masyarakat yang efisien, aman, dan mampu menjangkau lebih banyak kawasan aktivitas,” tutup Anne.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


