KAI melaporkan telah melayani lebih dari 27 juta pelanggan di berbagai jenis layanan, mulai dari kereta antarkota hingga angkutan perkotaan. Peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena efisiensi waktu dan konektivitas antarmoda yang semakin baik.
Segmen perkotaan, khususnya Commuter Line (KRL), menjadi kontributor terbesar dengan melayani 20,61 juta pelanggan di wilayah Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Hal ini menunjukkan betapa bergantungnya pergerakan ekonomi di wilayah aglomerasi pada layanan kereta api. Sementara itu, layanan modern seperti Kereta Cepat Whoosh dan LRT Jabodebek juga mencatatkan angka pertumbuhan yang solid, mempercepat arus perjalanan wisatawan maupun pekerja selama masa liburan.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan rincian capaian kinerja operasional tersebut.
"Kenaikan 7,6 persen ini sejalan dengan moda kereta api yang telah terhubung antarkota dan antarmoda sehingga memudahkan perjalanan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas akhir tahun," ujar Bobby.
Berikut adalah rincian layanan pelanggan KAI Group selama periode Nataru:
- KRL (Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya): 20.611.818 pelanggan.
- KA Jarak Jauh dan Lokal: 4.179.095 pelanggan.
- LRT Jabodebek & Sumsel: 1.642.838 pelanggan.
- KAI Bandara (YIA & Kualanamu): 411.955 pelanggan.
- Kereta Cepat Whoosh: 362.979 pelanggan.
- KAI Wisata (Panoramic & Wisata): 24.460 pelanggan.
- KA Makassar–Parepare: 23.252 pelanggan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


