pengunjung padati paviliun indonesia di pameran buku mesir - News | Good News From Indonesia 2026

Kenalkan Budaya Lokal, Pengunjung Padati Paviliun Indonesia di Pameran Buku Mesir

Kenalkan Budaya Lokal, Pengunjung Padati Paviliun Indonesia di Pameran Buku Mesir
images info

Paviliun Indonesia | foto: kemenag.go.id


Paviliun Indonesia di Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 tahun 2026 sukses menarik perhatian ribuan pengunjung setelah resmi dibuka pada 21 Januari 2026 dan digelar pada 21 Januari–3 Februari 2026.

Booth yang berada di Hall 1B ini mengangkat tema budaya dan keilmuan Nusantara, dari manuskrip kuno hingga karya ulama kontemporer, dipadati pengunjung dari Mesir dan Timur Tengah.

Pembukaan paviliun dipimpin Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, dan dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) RI, pejabat KBRI, mahasiswa Indonesia, serta pengunjung internasional.

Zaim menyebut partisipasi ini momentum penting setelah 20 tahun absen, sejalan dengan kemitraan strategis Indonesia-Mesir yang ditandatangani April 2025.

Acara dimeriahkan pembacaan puisi oleh seniman Mesir Ashraf AboArafe, sebagai simbol pererat hubungan historis kedua negara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah Amir, mengatakan partisipasi Indonesia dalam pameran buku internasional ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan berakar pada tradisi.

“Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan buku, tetapi juga memperkenalkan budaya, nilai-nilai Islam wasathiyah, serta kontribusi ulama Nusantara dalam peradaban Islam dunia,” ujar Lubenah di Kairo, pada Selasa (3/2/2026). Dikutip dari laman resmi Kemenag.

Selain koleksi buku bertema ekoteologi dari ulama Nusantara, booth memamerkan mushaf Al-Qur'an produksi UPQ Kemenag dan platform digital ELIPSKI untuk literasi keislaman.

Dalam empat hari pertama, CIBF dikunjungi satu juta orang, dengan paviliun Indonesia ramai karena demo Mushaf Al-Qur'an isyarat.

Demonstrasi oleh Hilma yang memperagakan isyarat huruf, harakat, tajwid, hingga basmalah menarik perhatian, khususnya komunitas tunarungu Mesir.

"Teman tuli di Mesir senang ada media Al-Qur'an tartil untuk mereka," kata Hilma

Aktivitas interaktif ini menciptakan ruang dialog budaya dan pertukaran intelektual, mempromosikan tradisi Nusantara.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah, sebut fitur ini ikonik, perkuat peran Indonesia di diskursus Islam dunia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.