Proyek infrastruktur strategis di wilayah Tangerang memasuki babak baru dengan dilanjutkannya pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja).
Calon jalan tol sepanjang 39,4 kilometer ini diproyeksikan menelan investasi total hingga Rp 30 triliun. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) selaku pengembang akan memulai fokus pengerjaan fisik untuk sisa fase yang belum terbangun pada tahun 2026 ini, guna memperkuat konektivitas antara kawasan Serpong dengan pusat pertumbuhan baru di Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Pembangunan tol ini terbagi dalam tiga fase utama yang dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di koridor barat Jakarta. Saat ini, Fase 1 (Serpong–Legok) sepanjang 5,15 kilometer telah beroperasi penuh dan mulai melayani kendaraan dengan tarif Golongan I sebesar Rp 6.000.
Keberhasilan fase awal ini menjadi landasan bagi perseroan untuk segera mengebut Fase 2 (Legok–Tigaraksa Selatan) sepanjang 11,5 kilometer dan Fase 3 (Tigaraksa Selatan–Balaraja) yang membentang 18,6 kilometer.
Secara teknis, penyelesaian Tol Serbaraja akan memberikan alternatif akses yang signifikan bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Provinsi Banten. Pembangunan ini tidak hanya bertujuan mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pinggiran Tangerang yang kini mulai berkembang menjadi area industri dan hunian.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


