Enam delegasi asal Kamboja, Laos, dan Vietnam mempelajari pelaksanaan Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang diinisiasi Institut Leimena di Jakarta. Kunjungan kerja pada periode 19 hingga 23 Agustus ini bertujuan mengobservasi pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman sosial melalui sektor pendidikan.
Program LKLB telah melatih lebih dari 11.000 guru dan pendidik di Indonesia guna memperkuat kohesi sosial masyarakat. Pelaksanaan program immersion ini merupakan agenda keempat sejak tahun 2025 dengan total 24 delegasi dari Kamboja, Filipina, Laos, dan Vietnam.
Pelatihan LKLB mencakup tiga kompetensi utama yang meliputi kompetensi pribadi, komparatif, serta kolaboratif bagi para tenaga pendidik. Pendekatan LKLB resmi diadopsi ke dalam cetak biru Visi Komunitas ASEAN 2045 pada pilar Sosial Politik dan pilar Sosial Budaya.
Inisiatif pelatihan dikembangkan untuk mendorong toleransi antarumat beragama serta memperkuat kerja sama perdamaian berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
"Kita ingin berbagi pengalaman yang kita miliki di Indonesia karena Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya ini bertujuan membangun kohesi sosial dan berkaitan erat dengan upaya bangsa kita dalam mengelola keberagaman," kata Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


