Hari Raya Nyepi berlangsung selama 24 jam yang dimulai pada pukul 06.00 pagi dan berakhir pada pukul yang sama keesokan harinya. Dengan demikian, Nyepi 2026 dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 dan berakhir pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 pagi.
Jika Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026, maka kegiatan takbiran akan berlangsung bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi pada malam 19 Maret 2026.
Berbeda dengan malam takbiran yang biasanya berlangsung meriah, Hari Raya Nyepi justru dijalani dalam suasana hening. Kata Nyepi berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau senyap. Pada hari suci ini, umat Hindu tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan lebih banyak berdiam diri di rumah maupun di tempat suci.
Selama pelaksanaan Nyepi, kehidupan dijalani tanpa menyalakan api, listrik, maupun sesuatu menimbulkan suara. Umat Hindu akan melakukan Tapa Brata Yoga Samadhi, yaitu rangkaian laku spiritual untuk melakukan introspeksi diri dan beribadah.
Seiring dengan kemungkinan bertepatan dengan malam takbiran, telah disepakati panduan resmi melalui “Seruan Bersama” di wilayah Bali terkait pelaksanaan takbiran.
Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa takbiran tetap dapat dilaksanakan di masjid atau musala terdekat tanpa menggunakan pengeras suara, sound system, petasan, maupun bunyi-bunyian lainnya. Pelaksanaan takbiran dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
Selain itu, kegiatan tersebut akan dijaga bersama oleh pengurus masjid, pecalang, linmas, serta aparat keamanan yang berkoordinasi untuk memastikan situasi tetap tertib dan kondusif.
Situasi ini menjadi momentum penting untuk terus menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Dengan sikap saling memahami, perayaan Idulfitri maupun Hari Raya Nyepi diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat tanpa saling mengganggu, sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat di Bali.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


