Pemerintah secara resmi menyiapkan paket stimulus ekonomi komprehensif pada kuartal I/2026 guna menggerakkan roda perekonomian nasional yang cenderung melambat di awal tahun.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini mencakup berbagai insentif mulai dari diskon tarif transportasi untuk masa libur Idulfitri hingga penebalan jaring pengaman sosial. Hal ini bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat dan memastikan target pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama dapat melampaui capaian periode yang sama tahun lalu.
Sektor transportasi menjadi salah satu penerima stimulus terbesar dengan rencana penurunan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga 16%. Penurunan ini dimungkinkan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), pemangkasan pajak bandara sebesar 50% oleh Angkasa Pura, serta penyesuaian harga avtur.
Selain itu, pemudik yang menggunakan moda kereta api dan kapal laut akan menikmati diskon tarif 30%, sementara pengguna kendaraan pribadi diberikan potongan tarif jalan tol sebesar 20%.
"Kami memberikan stimulus transportasi yang mencakup diskon tiket pesawat, kereta, hingga tarif tol. Di sisi lain, jaring pengaman sosial juga diperkuat dengan alokasi anggaran sekitar Rp12 triliun untuk bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng selama dua bulan," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Guna mendukung mobilitas masyarakat dan efektivitas insentif wisata, pemerintah tengah merampungkan regulasi terkait Work From Anywhere (WFA). Aturan ini diharapkan memberikan fleksibilitas bagi para pekerja untuk tetap produktif sambil memanfaatkan momentum libur panjang.
Seluruh diskon transportasi akan segera diintegrasikan langsung ke dalam sistem pemesanan daring operator sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara instan oleh publik. Kombinasi antara keringanan biaya perjalanan dan bantuan pangan pokok diharapkan menjadi katalisator kuat bagi perputaran uang di berbagai daerah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


