Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Héctor Souto, memberikan evaluas iusai skuat Garuda mengalahkan Malaysia pada laga kedua Grup B Piala AFF Futsal 2026. Meski menang tipis 1-0 di Nonthaburi Hall, Selasa (7/4), Souto memberi sederet catatan yang harus segera dibenahi sebelum memasuki fase gugur.
Kemenangan diraih berkat gol tunggal Guntur Sulistyo di awal babak kedua. Indonesia pun mengoleksi enam poin dan mengunci tiket ke semifinal mendampingi Australia yang juga mencatatkan dua kemenangan di grup yang sama.
Namun, Héctor Souto mengkritik ketidakmampuan pemain dalam mengontrol ritme pertandingan, terutama pada detik-detik akhir laga.
"38 detik sampai akhir permainan, kita memiliki posisi bola, dan kita memutuskan untuk menembak, memberikan bola ke lawan, dan kita tidak mengontrol permainan. Mereka harus lebih pintar di saat terakhir," ujar Souto.
Meski mendominasi dengan hampir 60 tembakan berbanding 5 tembakan lawan, efektivitas lini serang ini perlu menjadi perhatian. Souto menilai chemistry antar pemain dalam skema serangan masih belum maksimal sehingga banyak peluang emas terbuang percuma.
Selain aspek teknis, pelatih asal Spanyol ini juga secara tegas menepis rumor perselisihan dengan pelatih Thailand yang sempat mencuat di media.
"Hubunganku dengan Coach Ame adalah normal. Mereka mencoba membuat sesuatu yang tidak akan terjadi. Saya sangat menghormati futsal Thailand," tegasnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting, namun kedewasaan dalam bermain tetap menjadi tuntutan utama Souto.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


