Badan Gizi Nasional memperkuat arah kebijakan program Makanan Bergizi Gratis dengan memprioritaskan penanganan anak kurang gizi serta kelompok rentan lainnya. Memasuki tahun kedua berjalan, program strategis ini menitikberatkan pada intervensi gizi selama seribu hari pertama kehidupan guna memastikan pertumbuhan optimal generasi muda Indonesia.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa perluasan fokus ini mencakup ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di seluruh pelosok negeri. Pada Jumat (17/04/2026), ia mengungkapkan bahwa operasional program kini didukung oleh 26.663 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah terverifikasi.
“MBG ini untuk kelompok rentan, ibu hamil, ibu menyusui, balita, kemudian peserta didik. Diutamakan 1000 hari kehidupan,” tutur Sony. Ia menambahkan bahwa kehadiran program ini sekaligus memicu perputaran roda ekonomi di tingkat daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa penyempurnaan terus dilakukan guna menjaga kualitas asupan gizi. Investasi pada nutrisi anak ini dipandang sebagai komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing global di masa depan.
“MBG tidak hanya berikan gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas. Hari ini kita menyaksikan penyempurnaan program ini,” jelas Muhaimin.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


