Mobilitas masyarakat perkotaan yang terus meningkat membuat kebutuhan transportasi publik terintegrasi semakin mendesak. Dalam konteks tersebut, Stasiun Manggarai kini berkembang menjadi salah satu simpul transportasi paling strategis di kawasan Jabodetabek.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menilai integrasi antarmoda di Manggarai menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas perjalanan masyarakat. Kawasan ini kini menghubungkan berbagai layanan mulai dari KRL, Commuter Line Bandara, Transjakarta, terminal bus, hingga rencana pengembangan LRT Jakarta Fase 1B.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Manggarai saat ini bukan sekadar stasiun transit, melainkan titik temu mobilitas masyarakat urban dari berbagai wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta.
“Integrasi antarmoda di Manggarai menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan yang lebih efisien, terhubung, dan mudah dijangkau masyarakat. Ketika perpindahan antarmoda semakin lancar, waktu perjalanan masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan penggunaan transportasi publik juga semakin meningkat,” ujar Anne.
Data KAI menunjukkan volume pelanggan KRL yang melalui simpul Manggarai terus berada di angka tinggi. Pada 2023 tercatat sebanyak 5.142.739 pelanggan, naik menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024, dan mencapai 5.456.309 pelanggan pada 2025. Sementara pada Januari–April 2026, jumlah pelanggan sudah mencapai 1.802.445 pelanggan.
Selain itu, konektivitas Manggarai juga diperkuat oleh layanan Commuter Line Bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Layanan ini terus mengalami pertumbuhan pelanggan, dari 1.970.531 pelanggan pada 2023 menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024, lalu meningkat lagi menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025.
Khusus periode Januari–April 2026, layanan Commuter Line Bandara melayani 837.778 pelanggan, dengan volume pelanggan di Stasiun Manggarai mencapai 161.074 pelanggan.
Ke depan, integrasi transportasi di Manggarai juga akan diperkuat melalui proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai. Jalur sepanjang 6,4 kilometer dengan lima stasiun tersebut ditargetkan mampu melayani hingga 100 ribu pelanggan per hari setelah beroperasi.
Menurut Anne, kemudahan perpindahan antarmoda menjadi kunci keberhasilan transportasi publik perkotaan.
“Transportasi publik akan semakin efektif ketika setiap moda dapat saling terhubung dengan baik. Integrasi di Manggarai diharapkan dapat memperkuat peran transportasi massal sebagai pilihan mobilitas masyarakat yang efisien, aman, dan mampu menjangkau lebih banyak kawasan aktivitas,” tutup Anne.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


