Pemerintah Kota Depok berencana mengenalkan materi pengolahan sampah berbasis maggot ke lingkungan sekolah mulai tahun depan. Program edukasi lingkungan hidup ini disiapkan untuk melatih kepedulian siswa dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Reni menyampaikan bahwa pengenalan jenis sampah organik ditujukan untuk menciptakan nilai manfaat ekonomi. Siswa diajarkan proses pengolahan sampah sisa menjadi produk turunan bernilai jual.
Larva lalat pembusuk yang dipanen dari Unit Pengolahan Sampah diolah menjadi tepung, minyak, serta pelet pakan ternak. Penambahan fasilitas mesin pengolahan di sejumlah titik UPS didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah daerah memadukan edukasi sekolah dengan penguatan program berbasis masyarakat seperti Kampung Iklim dan Duta Cerdas. Peningkatan partisipasi warga ditargetkan mampu menekan volume pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir.
DLHK memperluas jejaring kemitraan bersama komunitas lokal, akademisi, hingga lembaga internasional untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu. Pendekatan kolaboratif diharapkan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi warga.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


