Baru-baru ini, Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkolaborasi dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan potensi senyawa antikanker di tanah sekitar akar tanaman kunyit.
Senyawa tersebut berpotensi efektif melawan sel kanker payudara pada kunyit. Mikroba yang terdapat pada tanah tempat kunyit hidup memiliki potensi aktivitas yang sama dengan inangnya.
Temuan ini dapat mendukung pengembangan obat yang berbahan dasar rempah-rempah dengan biaya produksi yang lebih terjangkau. Meskipun masih berada di tahap awal, penelitian ini menjadi berita baik dalam inovasi obat antikanker yang aman dari alam.
Kunyit merupakan salah satu rempah-rempah yang tumbuh subur di tanah air. Suhu hangat dan tingkat kelembaban yang cukup di Indonesia sesuai dengan kebutuhan tanaman ini, sehingga mendorong hasil panen kunyit yang melimpah dan berkualitas.
Memiliki nama latin Curcuma domestica Val, kunyit mengandung berbagai macam manfaat. Selain sebagai bumbu masak, kunyit juga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, disinyalir dapat mengatasi beberapa gangguan kesehatan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


