PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah melakukan kajian terkait rencana perluasan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Cikarang menuju Cikampek.
Langkah ini diambil merespons tren lonjakan penumpang dan semakin luasnya cakupan mobilitas masyarakat di kawasan timur Jabodetabek, yang kini mulai berkembang sebagai pusat aktivitas baru berbasis industri dan permukiman.
Data operasional mencatat frekuensi perjalanan di lintas Cikarang telah meningkat drastis dari 158 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 281 perjalanan pada 2025.
Pertumbuhan ini selaras dengan volume pengguna KRL Cikarang Line yang menyentuh angka 85,9 juta penumpang pada tahun lalu, naik signifikan dibandingkan periode dua tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi indikator bagi pemerintah dan operator untuk segera mengembangkan infrastruktur elektrifikasi jalur lanjutan.
“Layanan transportasi perlu mengikuti kebutuhan agar perjalanan tetap nyaman dan terjangkau. Kawasan timur Jabodetabek mulai berkembang sebagai pusat aktivitas baru yang didukung industri dan perdagangan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Minggu (12/4).
Urgensi perpanjangan rute ini juga terlihat dari kepadatan pengguna kereta lokal di wilayah tersebut. KA Walahar Ekspres relasi Cikarang–Purwakarta tercatat melayani lebih dari 4 juta penumpang sepanjang 2025, sementara KA Jatiluhur relasi Cikarang–Cikampek mengalami lonjakan tajam hingga menembus 1,1 juta pengguna pada periode yang sama.
Rencana perluasan elektrifikasi hingga Cikampek diproyeksikan mampu memberikan efisiensi waktu dan biaya yang lebih besar bagi para pekerja serta pelaku usaha di koridor timur. Saat ini, jalur yang telah ter-elektrifikasi baru menjangkau jarak sekitar 40,3 kilometer hingga Stasiun Cikarang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


