Kemitraan lintas daerah antarnegara kembali menunjukkan penguatan lewat implementasi program ramah lingkungan di tingkat lokal. Provinsi Yunnan di China bersama Provinsi Bali resmi memulai fase ketiga proyek percontohan pengembangan pertanian serta ekowisata.
Penandatanganan keberlanjutan program percontohan antarwilayah tersebut diselenggarakan pada 12 Agustus 2026. Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwa dukungan penuh diberikan karena program ini selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan daerah.
Perluasan cakupan kerja sama pada tahap baru ini merambah ke sektor pemanfaatan sumber daya energi terbarukan. Sebanyak 27 unit fasilitas lampu penerangan jalan umum bertenaga surya mulai dipasang di area permukiman pedesaan.
Pengembangan sektor komoditas pangan lokal turut diperluas melalui penyediaan lahan percontohan penanaman padi organik seluas 10 hektare. Inisiatif baru ini dirancang untuk memperkuat keterpaduan antara sektor budidaya tanaman, pariwisata ekologis, dan pemanfaatan energi bersih.
Integrasi antarsektor ini disiapkan untuk menciptakan nilai tambah bagi hasil panen serta memperluas peluang ekonomi bagi para petani desa. Pengembangan ragam kegiatan produktif di kawasan pedesaan ini diharapkan mampu menggairahkan pertumbuhan bisnis para pelaku UMKM lokal.
"Dengan mengintegrasikan sektor pertanian, konservasi ekologi, pariwisata, dan pengembangan masyarakat, proyek itu akan meningkatkan nilai tambah pertanian serta menciptakan lebih banyak peluang pengembangan bagi para petani lokal," kata Dewa Made Indra.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


