PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengoperasikan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk mendukung mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Sejak dibuka pada 25 Februari lalu, layanan ini mendapat respons positif dengan pemesanan mencapai 15.976 tiket dari total kapasitas 27.368 kursi per 2 Maret 2026.
Secara nasional, total penjualan tiket Angkutan Lebaran telah menembus angka 2 juta dokumen dari kuota 4,49 juta tempat duduk yang disediakan. Khusus untuk kereta jarak jauh, tingkat okupansi telah menyentuh angka 55,2 persen.
Tren pemesanan menunjukkan penguatan pada periode arus balik, di mana beberapa relasi mencatatkan tingkat keterisian di atas 100 persen akibat pola naik-turun penumpang di stasiun perantara sepanjang lintas relasi.
"Layanan ini menjadi alternatif yang diminati, khususnya bagi pelanggan yang mengutamakan efisiensi biaya dan kepastian jadwal. Kami melihat respons yang sangat positif sejak penjualan dibuka," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Meskipun minat tinggi, KAI mengonfirmasi bahwa masih tersedia sekitar 2,48 juta tempat duduk yang dapat dipesan oleh masyarakat untuk berbagai jadwal keberangkatan.
Masyarakat diimbau untuk segera merencanakan perjalanan, terutama untuk periode pra-Lebaran yang tingkat keterisiannya masih relatif rendah dibandingkan arus balik. Penggunaan skema connecting train atau pemilihan relasi alternatif disarankan bagi calon penumpang yang kehabisan tiket pada jadwal utama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


