Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Exter, Inggris menghasilkan temuan kepiting biola (Uca spp) mampu mengurai partikel mikroplastik dalam hitungan hari. Kemampuan ini lebih cepat dibandingkan kemampuan sinar matahari dan gelombang.
Selan kemampuannya dalam menguraikan mikroplastik, hewan ini juga bisa mengurai bahan organik dan bahan pencemar lain yang ada di dalam air.
Selain itu, kemampuan kepiting biola dalam mengaduk sedimen yang baik akan memicu pertukaran gas dengan oksigen dalam substrat. Sebagai informasi, oksigen yang tinggi akan mempercepat dekomposisi bahan organik di dasar perairan. Terlebih lagi, habitat kepiting biola mayoritas di kawasan mangrove.
Di Indonesia, populasi kepiting biola mencapai 0,9% dan lebih banyak ditemukan di Pulau Kalimantan.
Karena kemampuan adaptasinya yang tinggi di lingkungan air yang tercemar, jenis kepiting ini tidak dikonsumsi, karena akan berbahaya jika limbahnya masuk ke dalam tubuh manusia.
Untuk mengenali hewan dengan ukuran kecil ini, salah satu ciri umum kepiting biola dapat dilihat dari capitnya. Biasanya, kepiting biola jantan memiliki capit utama yang berukuran lebih besar dibandingkan capit minornya. Sementara itu, pada betina tidak ada perbedaan ukuran pada capitnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


