Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II di Aceh untuk pemulihan pascabencana banjir bandang.
Inisiatif ini tak hanya pulihkan infrastruktur, tapi juga putus rantai kemiskinan lewat pendidikan berkualitas bagi anak-anak korban bencana.
Mengutip dari laman Infopublik.id, pembangunan dibagi ke dalam dua pembagian wilayah: SR Aceh 1 meliputi wilayah Aceh Besar, Bireuen, Lhokseumawe dengan progres 2,81% per 30 Januari 2026, dan SR Aceh 2 meliputi wilayah Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil. Dengan progres pembangunan telah mencapai 1,70% per 30 Januari 2026.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh dikerjakan dalam dua paket dengan nilai kontrak total sekitar Rp1,53 triliun, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Paket pertama ditangani oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sedangkan paket kedua dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
"Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan sekolah rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat," ujar Menteri PU Dody Hanggodo.
Gedung sekolah dibangun permanen di lahan seluas 5-10 hektare, lengkap dengan asrama siswa-guru, ruang kelas berteknologi, lab keterampilan, perpustakaan digital, kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, hingga area hijau.
Model bangunannya, juga dibuat tahan bencana, guna menciptakan lingkungan belajar aman dan kondusif.
Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi pada 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota.
Program ini ditargetkan dapat menampung lebih dari 112 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, serta diharapkan dapat mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


