Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan preservasi jalan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Idulfitri 2026.
Langkah ini mencakup penambalan lubang dan perbaikan aspal di seluruh ruas tol guna menjamin keselamatan serta kenyamanan pemudik. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kondisi jalan yang mulus adalah standar operasional wajib sehingga tim lapangan diminta melakukan penanganan darurat secara instan jika ditemukan kerusakan baru selama masa puncak mobilitas.
Selain perbaikan fisik, pemerintah menyiagakan personel dan alat berat di berbagai posko pemantauan mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran. Antisipasi ini difokuskan pada titik-titik rawan banjir guna memitigasi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat menghambat aliran kendaraan.
"Seluruh lubang di jalan tol harus tertutup sebelum H-7, itu sudah menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Kami ingin memastikan selama arus mudik hingga arus balik tidak ada lagi hambatan akibat kerusakan jalan. Jika muncul kerusakan mendadak akibat beban kendaraan yang tinggi, tim harus segera melakukan patching atau penambalan cepat di lokasi agar arus lalu lintas tetap lancar," ujar Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


