Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuka penawaran 116 blok minyak dan gas bumi baru kepada investor global. Langkah ini diambil untuk mengejar target produksi minyak dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 610 ribu barel per hari.
Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi teknologi dan operasi pada wilayah kerja eksisting melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Selain ekspansi wilayah, optimalisasi lapangan yang sudah berjalan menjadi kunci utama untuk memperkuat ketahanan energi.
Salah satu penopang utama harapan produksi adalah temuan raksasa di Sumur Geliga, Blok Ganal, yang memiliki cadangan gas melimpah. Lapangan ini diperkirakan menyimpan 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat yang siap dikembangkan lebih lanjut oleh mitra strategis.
"Pemerintah menempuh langkah strategis dengan membuka 116 blok migas baru dan kolaborasi teknologi pada wilayah eksisting guna mencapai target produksi," ujar Dirjen Migas Laode Sulaeman, Jumat (25/4).
Guna menarik minat investor, pemerintah melakukan reformasi regulasi dengan memberikan fleksibilitas skema kontrak antara gross split dan cost recovery. Selain itu, proses perizinan kini dipercepat melalui payung hukum Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang baru diterbitkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


