Jakarta International Java Jazz Festival, bersiap memasuki edisi ke-21 pada tahun 2026 ini. Ada yang berbeda dalam penyelenggaraannya kali ini. Java Jazz Festival 2026 dijadwalkan akan menyapa para pecinta musik di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2, pada 29–31 Mei 2026.
Perpindahan lokasi ke kawasan PIK 2 ini bukan tanpa alasan. President Director Java Jazz Festival, Dewi Gontha, menjelaskan bahwa pemilihan venue baru ini menitikberatkan pada kemudahan aksesibilitas, terutama bagi para musisi internasional dan penonton mancanegara karena posisinya yang strategis dengan bandara serta didukung fasilitas akomodasi yang lengkap.
"Java Jazz Festival selama perhelatannya telah menghadirkan 4.000 musisi dari mancanegara. Perpindahan lokasi ke NICE salah satu alasannya lokasi yang dekat dengan bandara, jadi memudahkan musisi internasional menuju venue," ungkap Dewi dalam keterangan tertulis.
Ia juga menambahkan bahwa tema tahun ini, "Beyond The Horizon Where Dreams Take The Stage", mencerminkan semangat untuk berekspansi ke ruang yang lebih luas.
"'Beyond The Horizon Where Dreams Take The Stage' menjadi tema kita karena kita ingin expand to a bigger space, beberapa yang kita coba buat terkait dengan konsep acara archipelago karena kita ingin mengikutsertakan juga beberapa musik dari daerah," ujarnya.
Animo terhadap festival ini memang sangat masif, di mana data penyelenggara menunjukkan bahwa 52 persen pengunjung berasal dari kawasan Asia Tenggara, diikuti oleh penikmat musik dari Amerika, Eropa, hingga Afrika.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


